News

Kapolda Jabar Gandeng Ulama Basmi Geng Motor: Ini Kota Santri, Harus Dijaga

182
×

Kapolda Jabar Gandeng Ulama Basmi Geng Motor: Ini Kota Santri, Harus Dijaga

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto meminta polisi, pemerintah, ulama, dan masyarakat memperkuat sinergi untuk menekan kejahatan jalanan di Jawa Barat. Ia menilai pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan penindakan kepolisian.

Pipit menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja ke Mapolres Tasikmalaya di Jalan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat, 18 September 2026.

Kedatangannya disambut Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, serta sejumlah ulama, termasuk Pimpinan Pondok Pesantren Cipasung KH Ubaidillah Ruhiat.

Menurut Pipit, persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Polisi membutuhkan dukungan pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat untuk menjaga kondisi Jawa Barat tetap kondusif.

“Kita semua turut menjaga Jawa Barat, masyarakat, tokoh, pemerintah dan para alim ulama, dan kami tentunya kepolisian untuk menjaga suasana baik di Jawa Barat,” kata Pipit.

Di sisi lain, Pipit menginstruksikan jajarannya menindak pelaku kejahatan jalanan secara tegas, terukur, dan proporsional. Begal dan geng motor menjadi perhatian karena dinilai mengganggu rasa aman masyarakat.

“Jangan ada lagi geng motor, jangan ada lagi kejahatan jalanan karena ini kota santri, maka kita harus jaga,” ujarnya.

Ia mengingatkan anggota kepolisian agar penindakan disesuaikan dengan tingkat ancaman di lapangan. Tindakan kepolisian, kata dia, harus tetap berada dalam koridor tugas dan kewenangan yang berlaku.

“Saya sudah instruksikan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur tetapi tetap proporsional. Artinya, melakukan tugas sebagai kepolisian tetapi harus berimbang dengan ancamannya,” kata Pipit.

Pipit juga meminta para ulama ikut mencegah keterlibatan remaja dalam geng motor dan pergaulan negatif. Peran keluarga, menurut dia, tak kalah penting dalam mengawasi aktivitas anak.

Ia mengingatkan para remaja Tasikmalaya agar tidak menghabiskan waktu dengan aktivitas yang dapat merusak masa depan.

“Bagi para remaja, ingat masa depan kalian menunggu. Kalian sebagai pemegang estafet kepemimpinan. Bagaimana mau memimpin ke depan, kalau sekarang kerjaannya nongkrong, mengonsumsi obat-obatan, miras dan yang tidak bermanfaat,” tuturnya.

Kunjungan Pipit ke Kabupaten Tasikmalaya sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi penguatan keamanan menjelang akhir 2026. Selain Mapolres Tasikmalaya, Kapolda Jawa Barat itu juga mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya dan Pondok Pesantren Cipasung.

Pipit berharap kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Sinergi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan Jawa Barat, khususnya Kabupaten Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *