KAB. TASIK (CM) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Tasikmalaya mengajak generasi muda ikut mengawasi keamanan obat dan makanan. Ajakan itu disampaikan melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di MAN 2 Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Sebanyak 30 anggota Pramuka MAN 2 Singaparna mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapat materi tentang pengawasan obat dan makanan, penyalahgunaan obat-obatan tertentu, hingga cara memastikan keamanan produk sebelum dikonsumsi.
Pemateri dari Balai POM di Tasikmalaya, Safitri, menjelaskan mengenai Satuan Karya Pramuka Pengawasan Obat dan Makanan atau Saka POM. Menurut dia, Pramuka dapat mengambil peran dalam menyebarkan informasi yang benar tentang keamanan obat dan makanan.
“Generasi muda bisa menjadi agen perubahan dengan menyampaikan informasi yang benar kepada teman, keluarga, maupun masyarakat,” kata Safitri.
Materi mengenai kewaspadaan terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu disampaikan R. Nadya Herliani Putri. Ia mengingatkan peserta agar tidak menggunakan obat secara sembarangan dan memahami aturan penggunaannya.
“Obat harus digunakan secara tepat dan bijak. Jangan sampai obat yang seharusnya memberikan manfaat justru disalahgunakan,” ujar Nadya.
Sementara itu, Widi Astuti memperkenalkan prinsip Cek KLIK, yakni memeriksa Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi obat dan makanan.
Widi juga memperkenalkan aplikasi BPOM Mobile. Aplikasi tersebut dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus mengecek produk obat dan makanan yang beredar.
“Cek KLIK harus menjadi kebiasaan sebelum membeli produk. Masyarakat juga bisa memanfaatkan BPOM Mobile untuk memastikan informasi dan izin edar produk,” kata Widi.
Untuk mengukur pemahaman peserta, Balai POM melaksanakan pretest sebelum materi dan posttest setelah kegiatan. Hasilnya digunakan untuk melihat peningkatan pengetahuan peserta mengenai keamanan obat dan makanan.
Balai POM di Tasikmalaya berharap edukasi tersebut tidak berhenti di ruang kelas. Peserta diharapkan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menyebarkannya kepada lingkungan sekitar.
Pesan yang ditekankan dalam kegiatan itu sederhana, yakni cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa sebelum membeli. Dengan menjadi konsumen yang lebih teliti, masyarakat ikut menjaga keamanan obat dan makanan.






