News

Kekeringan Melanda, Polsek Tanjungjaya Kirim 5.000 Liter Air

959
×

Kekeringan Melanda, Polsek Tanjungjaya Kirim 5.000 Liter Air

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Kekeringan mulai mengubah rutinitas warga di Desa Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Selama tiga bulan tanpa hujan, sumber air menyusut, saluran irigasi mengering, dan warga harus berjalan lebih jauh untuk mendapatkan air layak konsumsi.

Kondisi itu mendorong Polsek Tanjungjaya menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak, Jumat, 7 Agustus 2026.

Air diangkut menggunakan satu truk tangki dan dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Tanjungjaya.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi warga Kampung Pasir, Kampung Rancakalong, dan Kampung Leuwimulang. Lokasi distribusi dipilih agar warga dari tiga kampung itu lebih mudah mengambil air.

Kapolsek Tanjungjaya Ipda Hendi Herdiansyah mengatakan distribusi air merupakan bentuk kepedulian kepolisian bersama pemerintah dan unsur terkait terhadap kebutuhan dasar warga di tengah kekeringan.

“Penyaluran air bersih ini dipusatkan di lapangan bola desa agar memudahkan akses bagi warga dari tiga kampung sekitar yang membutuhkan,” kata Hendi di Tanjungjaya.

Distribusi air melibatkan personel Polsek Tanjungjaya, Pemerintah Kecamatan Tanjungjaya, Koramil, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Tasikmalaya.

Hendi mengatakan bantuan air tidak hanya diberikan sekali. Polisi berencana melakukan penyaluran secara berkala hingga musim hujan tiba.

Bagi warga, bantuan tersebut menjadi penyangga kebutuhan sehari-hari yang kian sulit dipenuhi. Wandi, 39 tahun, warga Desa Tanjungjaya, mengatakan sumber air mulai menyusut sejak tiga bulan lalu.

“Sudah tiga bulan tidak ada hujan, sumber-sumber air warga menyusut dan kering, bahkan saluran irigasi juga sudah tidak mengalir,” ujar Wandi.

Sebelum bantuan datang, warga harus mencari sumber air yang tersisa dengan jarak yang lebih jauh. Air diangkut menggunakan jeriken atau galon untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kekeringan itu membuat air bersih bukan lagi sekadar kebutuhan rumah tangga. Bagi warga Tanjungjaya, air kini menjadi sesuatu yang harus dicari dan diangkut setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *