News

Hari Anak Nasional, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Kampanye Cegah Pelecehan Seksual

58
×

Hari Anak Nasional, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Kampanye Cegah Pelecehan Seksual

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – KAI Daop 2 Bandung memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional 2026 untuk memperkuat kampanye pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik. Perusahaan menggandeng komunitas railfans, akademisi, kepolisian, dan organisasi kepemudaan guna membangun kesadaran bahwa stasiun dan kereta api harus menjadi ruang aman bagi seluruh penumpang, terutama perempuan dan anak.

Kampanye digelar melalui talkshow bertajuk Jadikan Kereta Api Tempat Aman untuk Semua di Stasiun Bandung, Kamis, 23 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung Hendra Wahyono, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Antik Bintari, perwakilan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) Tantra Madhyastha Pradhana, serta Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polrestabes Bandung Cecep Suhendra.

Pada hari yang sama, kampanye serupa berlangsung di Stasiun Cianjur. Komunitas Railfans Cianjur bersama Youth Advisory Group mengajak masyarakat mengenali bentuk-bentuk pelecehan seksual, memahami langkah pencegahan, serta berani melaporkan setiap tindakan kekerasan yang terjadi di ruang publik.

Hendra Wahyono mengatakan keamanan perjalanan kereta tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari kemampuan memberikan perlindungan kepada seluruh pelanggan selama berada di stasiun maupun di dalam kereta.

Menurut dia, Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa transportasi publik harus menjamin rasa aman bagi perempuan dan anak. Karena itu, KAI Daop 2 Bandung terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi, kolaborasi dengan berbagai pihak, serta mendorong masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengalami atau menyaksikan kekerasan maupun pelecehan seksual.

“Kami ingin membangun budaya saling peduli di ruang publik. Pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” kata Hendra.

Ia mengapresiasi keterlibatan komunitas railfans, akademisi, kepolisian, dan organisasi kepemudaan dalam mengedukasi masyarakat. Menurut dia, kolaborasi tersebut menjadi langkah konkret untuk menciptakan layanan transportasi yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual.

Dalam diskusi itu, para narasumber memaparkan berbagai bentuk pelecehan seksual yang kerap terjadi di ruang publik, cara mencegahnya, pentingnya memberikan dukungan kepada korban, hingga mekanisme pelaporan apabila terjadi tindak kekerasan atau pelecehan.

Selain kampanye edukasi, KAI Daop 2 Bandung juga terus memperkuat sistem pengamanan melalui penempatan petugas keamanan, pemasangan kamera pengawas di sejumlah titik strategis stasiun dan kereta, serta meningkatkan koordinasi dengan kepolisian.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KAI berharap semakin banyak masyarakat memiliki kesadaran untuk menghormati hak setiap orang atas rasa aman di ruang publik. Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen menciptakan perjalanan kereta api yang nyaman dan bebas dari kekerasan maupun pelecehan seksual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *