News

Balai POM Tasikmalaya Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Pelayanan Prima dan Transparan

46
×

Balai POM Tasikmalaya Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Pelayanan Prima dan Transparan

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Tasikmalaya terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat 22 Mei 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Sinergi Pentahelix dalam Mewujudkan Pelayanan Publik Prima” itu diikuti sebanyak 38 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemangku kepentingan pelayanan publik, praktisi, organisasi masyarakat sipil, pengguna layanan, hingga insan media massa.

Forum tersebut digelar sebagai upaya mereviu rancangan Standar Pelayanan Tahun 2026 sekaligus menghimpun berbagai masukan dari masyarakat dan stakeholder guna menciptakan layanan yang lebih cepat, tepat, efektif, serta sesuai kebutuhan publik.

Kepala Balai POM di Tasikmalaya, Iltizam Nasrullah menegaskan, Forum Konsultasi Publik menjadi ruang partisipatif yang penting dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas dan adaptif.

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak melalui sinergi pentahelix menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional dan responsif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat.

“Forum ini menjadi sarana untuk menerima masukan secara langsung dari masyarakat dan stakeholder, sehingga standar pelayanan yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan publik,” ujar Iltizam.

Dalam forum tersebut, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Balai POM di Tasikmalaya, R. Nadya Herliani Putri memaparkan rancangan Standar Pelayanan Tahun 2026 yang mengalami sejumlah penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya.

Beberapa layanan baru yang akan diperkuat di antaranya meliputi Sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB), Sertifikasi Pemenuhan Aspek Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB), Sertifikasi Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), Izin Penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (IP CPPOB), rekomendasi sebagai pemohon notifikasi kosmetik, hingga layanan pengaduan masyarakat dan informasi obat serta makanan.

Selain pembahasan standar pelayanan, forum juga menghadirkan materi mengenai keterbukaan informasi publik yang disampaikan oleh Nabhiela Wulandari. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya transparansi informasi sebagai bagian dari pelayanan publik yang akuntabel dan mudah diakses masyarakat.

Pelaksanaan forum berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, tanya jawab, serta penyampaian berbagai masukan dari peserta. Beragam saran, evaluasi, hingga persoalan yang berkaitan dengan pelayanan publik dihimpun untuk dianalisis dan ditindaklanjuti sebagai bahan penyempurnaan standar pelayanan di lingkungan Balai POM di Tasikmalaya.

Melalui Forum Konsultasi Publik dan pelaksanaan survei kepuasan masyarakat secara berkelanjutan, Balai POM di Tasikmalaya berharap dapat terus meningkatkan mutu pelayanan publik yang prima dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola pelayanan publik yang kolaboratif, adaptif, dan berkelanjutan di lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *