News

Tasik Hejo Diperkuat, Pemkab Tasikmalaya Rangkul Institut Alam Rimba

56
×

Tasik Hejo Diperkuat, Pemkab Tasikmalaya Rangkul Institut Alam Rimba

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperluas kolaborasi untuk memperkuat program pelestarian lingkungan. Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) menggandeng Institut Alam Rimba Puncak Suji sebagai mitra dalam pengembangan program konservasi, edukasi lingkungan, dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Kerja sama itu dibahas dalam audiensi di Kantor DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Rabu, 8 Juli 2026. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengajuan kemitraan dari Institut Alam Rimba yang disampaikan dua hari sebelumnya.

Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdhan Nugraha, mengatakan visi yang diusung Institut Alam Rimba sejalan dengan arah pembangunan berkelanjutan yang tengah dijalankan pemerintah daerah. Menurut dia, sejumlah program lembaga tersebut berpeluang disinergikan dengan agenda pemerintah, baik melalui dukungan program maupun mekanisme pendanaan sesuai perencanaan yang berlaku.

“Dukungan itu jelas. Dukungan moral, arahan, hingga ke depan dukungan program dan pendanaan pada prinsipnya memungkinkan. Banyak program Institut Alam Rimba yang bisa disinkronkan dengan program pemerintah,” kata Deden.

Ia meminta komunikasi antara Institut Alam Rimba dan Bidang Lingkungan Hidup terus diperkuat agar rencana kolaborasi dapat segera diwujudkan dalam program yang terukur.

Dalam pertemuan itu, Deden juga memaparkan dua program prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, yakni Jalan Kasep dan Tasik Hejo. Program Jalan Kasep difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur jalan, sedangkan Tasik Hejo diarahkan untuk memperkuat pelestarian lingkungan melalui penghijauan, rehabilitasi daerah tangkapan air, penguatan Agen Hijau di desa, serta pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Menurut Deden, keberadaan mitra seperti Institut Alam Rimba dibutuhkan untuk mempercepat pelaksanaan Program Tasik Hejo, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim dan ancaman musim kemarau.

Salah satu fokus yang akan dikembangkan bersama adalah pengelolaan sampah berbasis masyarakat. DPUTRLH tengah menyiapkan kawasan percontohan pengelolaan sampah terpadu yang berfungsi sebagai pusat edukasi sekaligus contoh praktik pengelolaan sampah yang baik.

“Kami ingin masyarakat belajar dari contoh nyata. Edukasi tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus dipraktikkan. Karena itu kami membutuhkan mitra yang memiliki kepedulian dan kapasitas di bidang pendidikan lingkungan,” ujar Deden.

Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran Institut Alam Rimba Puncak Suji, Randika, menyambut positif rencana tersebut. Ia mengatakan dukungan pemerintah daerah menjadi dorongan bagi institut untuk mengembangkan pendidikan berbasis alam yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Dukungan ini menjadi energi bagi kami untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis alam yang berdampak nyata bagi masyarakat Tasikmalaya,” kata Randika.

Audiensi itu diakhiri dengan kesepakatan untuk menyusun program kerja bersama. Kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *