Jawa Barat

Serum Biofarma yang Dipalsukan

66
×

Serum Biofarma yang Dipalsukan

Sebarkan artikel ini
Serum Biofarma yang Dipalsukan

BANDUNG, (CAMEON) – Adanya tiga serum Bio Farma diantaranya serum anti bisa ular (biosave), serum anti tetanus (biosat) dan Tuberculin PPD yang dipalsukan dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan. Di mana serum yang dipergunakan sebagai pengobatan tidak bekerja dengan fungsinya.

Menurut Kepala Divisi Coorporare Secretary, Rahman Rustan, serum anti tetanus misalkan dipakai digunakan untuk seseorang yang terkena luka dan berpotensi terkena tetanus.

“Kami sudah menyerahkan kepada Bareskim agar kasus ini bisa selesai dan terungkap,” kata Rustan kepada wartawan saat seusai media tour Biofarma, belum lama ini.

Salah satu contoh penggunaan serum yaitu, seseorang jatuh dari motor. Lalu terdapat luka terbuka dan orang tersebut berpotensi terkena teranus. Maka akan diberi serum anti tetanus.

Terkait serum anti tetanus, kata dia, ketersediannya dapat diperoleh di rumah sakit hingga puskesmas. Akan tetapi, keberadaan serum tidak dijual seperti vaksin. Melainkan dijual belikan ke tempat-tempat tertentu.

Begitu juga dengan pengemasan serum, tidak sama seperti vaksin. Pengamanan serum tidak menggunakan Vaccine Vial Monitor (VVM) di dalam serum, tetap ada nomer bet dan tanggal produksinya.

Terang dia, cara membedakan serum asli dan palsu cukup mudah, yaitu dengan cara dikocok. Jika terdapat busa, serum tersebut dianggap sebagai serum asli. Jika tidak terdapat busa dapat diartikan serum palsu.

Untuk serum yang diproduksi oleh Biofarma, kata dia, dibuat dari kandungan plasma kuda dan lembu. Plasma tersebut dibuat sebagai antitoksin tetanus. Lalu, ditambah fenol dalam serum tersebut.

Jumlah vaksin kebutuhan di Indonesia mencapai 3,2 Miliar dosis, di mana 60 persennya disupply keluar negeri. Sisanya sebanyak 40 persen merupakan kebutuhan dari dalam negeri.

“Biofarma sendiri mampu memenuhi kebutuhan vaksin nasional sekitar 40 persen seperti yang diajukan oleh pemerintah, khusus untuk vaksinasi dasar,” ucapnya.

Mengenai adanya vaksin palsu yang terjadi pada anak-anak, pihak Biofarma sendiri siap menyediakan dan melakukan vaksin ulang. Hal itu dilakukan sebagai bukti bahwa Biofarma peduli terkait para korban.

“Kami akan ikut melaksanakan untuk melakukan vaksinasi ulang,” pungkasnya. cakrawalamedia.co.id (Nta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *