News

Malam Batal Dibuka, Jembatan Bailey di Putrapinggan Masih Ditutup

68
×

Malam Batal Dibuka, Jembatan Bailey di Putrapinggan Masih Ditutup

Sebarkan artikel ini
Malam Batal Dibuka, Jembatan Bailey di Putrapinggan Masih Ditutup

PANGANDARAN, (CAMEON) – Rencana di bukanya Jembatan Bailey pada Kamis (12/1/2017) malam ternyata batal. Pasalnya. Jumat (13/1/2017) sekitar pukul 09.30 wib jembatan bailey nampak masih ditutup dan arus lalu lintas Banjar menuju Pangandaran maupun sebaliknya masih diberlakukan sistem buka tutup.

BACA: Sempat Ditutup, Kini Jembatan Bailey di Buka Kembali

Menurut warga setempat, Ade Kusnadi mengatakan rencana di bukanya jembatan bailey pasca perbaikan ternyata tidak tepat waktu, “Janji pihak rekanan yang melakukan perbaikan jembatan tadi malam sudah di buka atau bisa digunakan, tapi buktinya nihil,” cetus Ade kepada CAMEON, Jumat (13/1/2017).

“Jembatan bailey yang merupakan jalur utama pangandaran menuju banjar itu di tutup sejak Senin (9/1) lalu, Sudah lima hari pengerjaan perbaikan ganti bantalan dan papan belum juga rampung padahal dikerjakan siang malam,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya. Kamis (12/1/2017) proses perbaikan bantalan Jembatan Bailey dari Zipur hampir selesai. Hal tersebut dibenarkan oleh pihak rekanan dari Cv Indah Savana Agus Mulyana menegaskan bahwa malam ini juga jembatan sudah bisa dilintasi kendaraan. “Insya allah malam ini juga Jembatan sudah bisa digunakan kembali,” tegasnya kepada CAMEON saat ditemui di lokasi Jembatan Bailey. Kamis (12/1/2017).

Agus menambahkan, proses perbaikan bantalan dan papan jembatan memakan waktu selama empat hari karena kondisi cuaca kerap turun hujan,”Karena sering turun hujan jadinya pengerjaan sedikit terganggu, namun alhamdulilah dalam waktu 4 hari pekerjaan sudah beres,” aku Agus.

“Perbaikan jembatan kali ini memang dilakukan penutupan total agar tidak mengganggu proses perbaikan, dan supaya tidak terjadi pelonggaran lagi kami sengaja memasang penjepit besi agar si kayu bantalan tidak longgar,” imbuhnya.

Menurut dia, kerusakan yang terjadi pada bantalan dan papan akibat kayu yang masih basah sehingga mengakibatkan kerusakan dalam waktu cepat,”Kayunya masih basah, ditambah ada tekanan kendaraan sehingga kayu patah dan dianggap membahayakan bagi pengendara yang melintasi jembatan tersebut. Tapi sekarang pengguna jembatan dipastikan akan merasa aman dan nyaman ketika melintasinya.” Pungkasnya. (Andriansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *