News

KAI Tunda Keberangkatan KA Siliwangi 19 Menit demi Pastikan Jalur Aman Pascagempa

151
×

KAI Tunda Keberangkatan KA Siliwangi 19 Menit demi Pastikan Jalur Aman Pascagempa

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memilih menunda keberangkatan KA Siliwangi (343) relasi Cipatat-Sukabumi selama 19 menit setelah gempa Magnitudo 4,9 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Sabtu, 19 Juli 2026. Penundaan dilakukan untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian tetap aman dilalui.

Keputusan itu diambil sesuai prosedur mitigasi bencana yang mewajibkan pemeriksaan jalur setiap kali terjadi gempa yang berpotensi memengaruhi keselamatan perjalanan kereta. Meski belum ada laporan kerusakan, inspeksi tetap dilakukan sebelum operasional dilanjutkan.

Gempa terjadi pada pukul 15.11 WIB dan getarannya dirasakan di lintas Cibeber-Gandasoli. Saat itu KA Siliwangi baru tiba di Stasiun Cibeber pada pukul 15.13 WIB sesuai jadwal. Kereta tidak langsung diberangkatkan karena petugas prasarana segera memeriksa kondisi rel, jembatan, terowongan, wesel, drainase, serta fasilitas operasional lainnya.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak terjadi pergeseran rel, kerusakan konstruksi, maupun gangguan lain yang dapat membahayakan perjalanan kereta. Setelah seluruh prasarana dinyatakan aman, KA Siliwangi kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15.34 WIB.

Manager Humas Daop 2 Bandung Kuswardojo mengatakan pemeriksaan prasarana merupakan prosedur baku yang diterapkan setiap kali terjadi gempa, terlepas dari besar kecilnya dampak yang ditimbulkan.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prasarana di lintas Cibeber-Gandasoli dalam kondisi aman dan tidak terdapat kerusakan akibat gempa. Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional sebagai langkah antisipatif sebelum perjalanan kereta kembali dilanjutkan,” kata Kuswardojo.

Ia menegaskan keselamatan penumpang, awak kereta, dan operasional menjadi prioritas utama perusahaan. Karena itu, KAI tidak akan mengoperasikan kereta sebelum memastikan seluruh jalur benar-benar aman.

“Meskipun gempa tidak mengakibatkan kerusakan pada jalur maupun bangunan prasarana, pemeriksaan tetap wajib dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko,” ujarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 4,9 itu berpusat sekitar 83 kilometer di selatan Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 23 kilometer. Tidak ada kerusakan pada infrastruktur perkeretaapian di wilayah Daop 2 Bandung akibat peristiwa tersebut.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA Siliwangi. Menurut Kuswardojo, penundaan merupakan konsekuensi dari penerapan prinsip safety first dalam operasional perkeretaapian.

“Kami mengutamakan aspek keselamatan dibandingkan ketepatan waktu apabila terjadi kondisi luar biasa seperti bencana alam. Terima kasih atas pengertian dan kepercayaan pelanggan,” katanya.

KAI Daop 2 Bandung menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memantau aktivitas kegempaan serta menjaga keandalan layanan transportasi kereta api.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *