News

Dorong Budaya Literasi, 100 Buku Sastra Dibagikan ke Siswa SMAS Muhammadiyah Tasikmalaya

270
×

Dorong Budaya Literasi, 100 Buku Sastra Dibagikan ke Siswa SMAS Muhammadiyah Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Sebanyak 100 buku sastra didonasikan kepada siswa SMAS Muhammadiyah Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026). Program tersebut merupakan bagian dari peringatan satu dekade Langgam Pustaka sekaligus upaya mendorong tumbuhnya budaya literasi di kalangan pelajar melalui kolaborasi berbagai pihak.

Berbeda dengan bantuan buku pada umumnya yang diserahkan sebagai koleksi perpustakaan, seluruh buku dalam program ini diberikan langsung kepada para siswa. Dengan begitu, setiap penerima dapat membawa pulang dan memiliki buku tersebut sebagai koleksi pribadi.

Ketua penyelenggara menilai kepemilikan buku secara pribadi diharapkan mampu membangun kedekatan siswa dengan bahan bacaan serta menumbuhkan kebiasaan membaca, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Program ini melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem literasi, mulai dari penerbit, penulis, pembaca, pelaku usaha hingga sekolah. Pendanaan berasal dari donasi sukarela para pelanggam melalui transaksi di Langgam Coffee and Book, sementara para penulis turut berkontribusi dengan menyumbangkan karya mereka.

Buku yang dibagikan terdiri dari berbagai genre sastra, seperti novel, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi terbitan Langgam Pustaka. Sejumlah judul yang disalurkan di antaranya Peta Orang Mati karya Dadang Ari Murtono, Langit Magenta karya Sundea Salamatahari, Amangkurat karya Ade Mulyono, Lakon yang Ditulis Kemudian dan Mereka Terus Bergegas karya Bode Riswandi, Melepaskan Belenggu karya Rumadi, Telor Ceplok karya peserta Residensi Menulis Puisi Langgam Pustaka Indonesia, Hanya Waktu karya Matdon, Jemantik karya Adia Puja, serta Hitam Gemerlap karya Indri Dewiyanti.

Beragam tema yang diangkat dalam buku-buku tersebut diharapkan dapat memperkaya pengalaman membaca siswa. Selain menjadi hiburan, karya sastra dinilai mampu mengasah imajinasi, menumbuhkan empati, dan melatih kemampuan berpikir kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Kepala SMAS Muhammadiyah Tasikmalaya, Ir. Basuki Sulistyanto, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kehadiran buku-buku berkualitas akan menjadi tambahan sumber belajar sekaligus mendukung penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Langgam Pustaka dan para pelanggam yang telah berpartisipasi dalam program donasi buku ini. Kehadiran buku-buku berkualitas tentu akan menjadi dukungan yang berarti bagi para siswa dalam meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan mereka,” ujar Basuki.

Ia menambahkan, akses terhadap bacaan yang bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kebiasaan membaca sejak usia sekolah.

Senada dengan itu, Guru SMAS Muhammadiyah Tasikmalaya, Ina Rohmatul Azizah, S.Pd., mengatakan buku tetap menjadi media pembelajaran yang relevan meski perkembangan teknologi digital berlangsung sangat pesat.

“Bagaimanapun dunia berkembang, buku akan selalu menjadi salah satu jendela ilmu yang penting untuk dibaca oleh siswa. Melalui buku, siswa dapat belajar memahami berbagai sudut pandang, memperluas pengetahuan, sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis,” katanya.

Menurut Ina, kemampuan memahami informasi secara mendalam menjadi bekal penting bagi generasi muda. Karena itu, budaya membaca perlu terus dibangun melalui dukungan berbagai pihak, tidak hanya sekolah tetapi juga masyarakat.

Penyelenggara berharap program ini dapat menjadi contoh kolaborasi dalam memperluas akses bacaan bagi pelajar. Meski jumlah buku yang disalurkan masih terbatas, setiap buku diharapkan mampu menjadi awal tumbuhnya kebiasaan membaca, memperluas wawasan, serta melahirkan generasi yang lebih kritis dan terbuka terhadap berbagai perspektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *