News

Disnaker Tasikmalaya Tinggalkan Sistem Manual, Kini Gunakan AI untuk Mencarikan Lowongan Kerja

86
×

Disnaker Tasikmalaya Tinggalkan Sistem Manual, Kini Gunakan AI untuk Mencarikan Lowongan Kerja

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk membantu pencari kerja menemukan lowongan yang sesuai dengan kompetensinya.

Inovasi tersebut hadir melalui platform AI Job Matcher yang dikembangkan sebagai pengganti sistem pencarian kerja manual yang selama ini digunakan melalui program Hayu Gawe.

Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengatakan transformasi digital ini dilakukan untuk menyesuaikan perkembangan teknologi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin akrab dengan layanan berbasis digital.

Menurutnya, sistem sebelumnya masih mengharuskan pencari kerja menelusuri lowongan secara manual. Sementara melalui AI Job Matcher, proses pencarian dapat dilakukan secara otomatis berdasarkan data dan kriteria yang dimasukkan pengguna.

“Di Hayu Gawe pencariannya masih manual. Melalui AI Job Matcher, setelah pengguna mengisi data diri, sistem akan langsung mencocokkan dengan lowongan yang tersedia,” kata Deni.

Ia menjelaskan, pengguna cukup memindai barcode yang tersedia untuk mengakses platform tersebut. Setelah itu, pencari kerja diminta mengisi sejumlah informasi dasar seperti tingkat pendidikan, jurusan, keterampilan, lokasi kerja yang diinginkan, hingga jenis pekerjaan yang menjadi target kariernya.

Data tersebut kemudian diproses oleh sistem untuk menampilkan rekomendasi lowongan yang dianggap paling sesuai dengan profil pengguna. Dalam tahap uji coba, sistem disebut mampu memberikan hasil pencarian secara cepat berdasarkan latar belakang pendidikan dan minat kerja yang dimasukkan.

“Kami membuat prosesnya sesederhana mungkin agar mudah digunakan masyarakat. Tujuannya supaya pencari kerja bisa memperoleh informasi lowongan dengan lebih cepat dan efisien,” ujarnya.

Deni menambahkan, pengembangan AI Job Matcher dilakukan tanpa menggunakan anggaran APBD. Menurutnya, inovasi tersebut lahir dari inisiatif dan kreativitas aparatur di lingkungan Disnaker Kota Tasikmalaya.

“Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi tetap bisa dilakukan meski dengan sumber daya yang terbatas. Harapannya, teknologi ini dapat membantu mempercepat penempatan tenaga kerja dan menekan angka pengangguran,” katanya.

Ke depan, Disnaker berencana memperluas pemanfaatan platform tersebut dengan mengintegrasikan data lowongan dari perusahaan, Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah, hingga perguruan tinggi. Langkah itu diharapkan dapat membentuk ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terhubung sehingga proses pencocokan antara pencari kerja dan kebutuhan industri menjadi lebih efektif.

Dengan pemanfaatan teknologi AI tersebut, Disnaker Kota Tasikmalaya berharap akses informasi ketenagakerjaan semakin mudah dijangkau masyarakat dan peluang kerja dapat ditemukan dengan lebih cepat sesuai kompetensi masing-masing pencari kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *