KAB. TASIK (CM) – Puluhan siswa SDN Cioray, Desa Kartanegla, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, harus menjalani kegiatan belajar dalam kondisi terbatas. Lima ruangan yang rusak parah membuat mereka terpaksa menempati teras dan ruang kantor sekolah.
Kondisi tersebut menarik perhatian Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi. Ia mendatangi sekolah itu pada Rabu, 4 November 2026, untuk melihat langsung dampak kerusakan bangunan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan mendesak.
Ade mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan di sela agenda kerjanya di Polsek Bojonggambir. Ia mengetahui kondisi SDN Cioray setelah membaca pemberitaan media mengenai siswa yang terpaksa belajar di luar ruang kelas.
“Kebetulan kami sedang ada agenda di Polsek Bojonggambir. Setelah membaca pemberitaan mengenai sekolah yang ambruk dan anak-anak belajar di teras, saya langsung menyempatkan diri untuk melihat kondisinya,” kata Ade.
Menurut dia, persoalan kerusakan sekolah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap kegiatan belajar siswa. Pendidikan anak-anak harus tetap berjalan meski fasilitas sekolah sedang dalam kondisi tidak memadai.
Ade menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya melalui program Polisi Bersama Masyarakat dan Polisi Peduli Pendidikan.
Sebagai langkah awal, Polres Tasikmalaya menyiapkan bantuan berupa semen dan biaya pembersihan puing-puing bangunan yang ambruk. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak sekolah dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mempercepat penanganan.
“Kami memberikan bantuan semen serta biaya untuk membersihkan puing bangunan. Harapannya, proses pemulihan bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Selain bantuan material, Polres Tasikmalaya juga berencana menyediakan terpal untuk perlindungan sementara. Langkah ini dinilai mendesak mengingat curah hujan masih tinggi, sementara sebagian siswa belum memiliki ruang belajar yang layak.
Ade mengatakan, kebutuhan tersebut dibahas langsung bersama kepala sekolah. Bantuan darurat diharapkan dapat menjaga aktivitas pendidikan tetap berlangsung sembari menunggu pembangunan atau perbaikan permanen dari pemerintah daerah.
“Kami sudah berdiskusi dengan kepala sekolah mengenai kebutuhan yang paling mendesak. Sambil menunggu pembangunan permanen dari pemerintah daerah, kami akan mengupayakan solusi sementara, termasuk penyediaan terpal,” katanya.
Sebelumnya, bangunan SDN Cioray mengalami kerusakan berat akibat struktur kayu yang lapuk dan diperparah hujan deras. Lima ruangan dikosongkan karena dinilai membahayakan keselamatan.
Dampaknya, kegiatan belajar ratusan siswa terganggu. Sebagian murid harus menggunakan ruang kantor dan teras sekolah sebagai tempat belajar karena ruang kelas tidak lagi aman untuk digunakan.





