NewsPolitik

Aspirasi Warga Ditindaklanjuti, Elan Jaelani Bantu Sarana RT dan RW

53
×

Aspirasi Warga Ditindaklanjuti, Elan Jaelani Bantu Sarana RT dan RW

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., berfoto bersama masyarakat dan pengurus RW 11 Kelurahan Kersanagara

KOTA TASIK (CM) – Keterbatasan sarana penunjang dapat menghambat kegiatan masyarakat di tingkat lingkungan. Untuk mengatasi persoalan itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PKS, Elan Jaelani, S.H., menyalurkan bantuan panggung dan kursi kepada pengurus RW 11 Kelurahan Kersanagara dan RW 17 Kelurahan Kota Baru.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memperkuat kelembagaan RT dan RW sekaligus menunjang pelayanan serta kegiatan sosial warga. Penyerahan bantuan dihadiri pengurus RT dan RW dari kedua wilayah, serta camat dan lurah terkait.

Dalam penyaluran tersebut, RW 17 Kelurahan Kota Baru menerima panggung dan kursi, sedangkan RW 11 Kelurahan Kersanagara memperoleh bantuan panggung.

Elan mengatakan, bantuan itu berangkat dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui kegiatan reses maupun usulan langsung pengurus lingkungan. Aspirasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan untuk memastikan bantuan sesuai dengan kebutuhan warga.

“RT dan RW merupakan unsur yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan perlu didukung sarana yang memadai agar mereka bisa menjalankan tugas dan melayani kebutuhan warga secara lebih optimal,” ujar Elan.

Menurut dia, ketersediaan fasilitas penunjang dapat membantu pengurus lingkungan menyelenggarakan berbagai kegiatan kemasyarakatan. Mulai dari aktivitas sosial, pendidikan, dan keagamaan hingga peringatan hari besar Islam (PHBI) dan hari besar nasional (PHBN).

Elan berharap bantuan tersebut tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan sesaat, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, pengurus penerima bantuan diminta menjaga dan merawat fasilitas yang telah diserahkan.

Ia menegaskan, keberhasilan program pemberdayaan tidak cukup diukur dari jumlah bantuan yang tersalurkan. Manfaat nyata bagi warga serta kemampuan pengurus mengelola fasilitas secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dari keberhasilan program tersebut.

“Bantuan ini harus menjadi berkah bagi masyarakat dan memperkuat kebersamaan, bukan menimbulkan persoalan baru. Karena itu, pengelolaannya perlu dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan semangat gotong royong,” katanya.

Elan menambahkan, dukungan terhadap kelembagaan di tingkat lingkungan perlu terus diperkuat agar RT dan RW semakin mampu menjalankan perannya. Dengan sarana yang memadai dan pengelolaan yang baik, pelayanan masyarakat serta kegiatan sosial dan keagamaan diharapkan berlangsung lebih efektif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *