Politik

Suara PKB Tasikmalaya Naik, Kursi DPRD Tak Bertambah: Mesin Partai Dibenahi

51
×

Suara PKB Tasikmalaya Naik, Kursi DPRD Tak Bertambah: Mesin Partai Dibenahi

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Partai ini merombak dan memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa setelah kenaikan suara pada Pemilu Legislatif 2024 belum berbuah tambahan kursi di DPRD.

Sebanyak 63 pengurus DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 dikukuhkan di Hotel Alhambra, Singaparna, Minggu, 11 Oktober 2026.

Pengukuhan yang dilakukan anggota DPR RI Fraksi PKB, Oleh Soleh, mewakili Dewan Pengurus Pusat PKB, itu diawali dengan orientasi politik dan penguatan kader.

Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya Ami Fahmi mengatakan, penataan kepengurusan dilakukan melalui serangkaian proses, mulai dari uji kompetensi hingga musyawarah cabang. Seluruh pengurus juga diwajibkan mengikuti orientasi politik dan pengaderan untuk memastikan kesiapan mereka menjalankan tugas organisasi.

“Ini bagian dari penertiban internal partai. Kita tidak bisa menunjuk pengurus yang belum terkader dengan baik,” kata Ami.

Dalam susunan kepengurusan baru, H Iip Miftahul Faoz menjabat Ketua Dewan Syuro. Adapun Ami Fahmi kembali memimpin jajaran Tanfidziyah, didampingi M Rilah Sahrul Mubarok sebagai sekretaris dan Moh Hakim Zaman sebagai bendahara. Ketua Dewan Syuro dan Ketua DPC sebelumnya telah dilantik di Jakarta pada 23 Juli 2026.

Ami mengatakan tantangan menuju Pemilu 2029 tidak ringan. Perubahan regulasi pemilu, persaingan politik, dan tuntutan masyarakat mengharuskan partai memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas kerja kader.

Pada Pemilu Legislatif 2024, PKB Kabupaten Tasikmalaya meraih sekitar 155 ribu suara, meningkat dari 138 ribu suara pada pemilu sebelumnya. Namun, kenaikan perolehan suara tersebut belum mampu menambah jumlah kursi partai di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Kondisi itu mendorong PKB memperluas konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput. Partai tersebut tengah merampungkan pembentukan 5.096 pengurus ranting di seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Tasikmalaya.

Ami menegaskan, penguatan struktur harus diikuti kerja nyata di tengah masyarakat. Ia juga menempatkan sinergi dengan Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bagian penting dari strategi partai.

Sebagai bentuk dukungan, DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya mengalokasikan dana operasional Rp 500 juta per tahun untuk Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya, ditambah bantuan rutin Rp 8 juta setiap bulan.

Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jawa Barat KH Acep Adang mengatakan, keberhasilan organisasi partai harus diukur dari hasil kerja, bukan sekadar besarnya struktur kepengurusan. Ia menyoroti perolehan delapan kursi DPRD Kabupaten Tasikmalaya yang bertahan selama dua periode sebagai pekerjaan rumah yang harus dijawab pada Pemilu 2029.

“Menjadi pengurus partai itu tidak mudah. Hasil kerja pengurus akan menjadi barometer utama perkembangan partai,” ujar Acep.

DPW PKB Jawa Barat, kata dia, mendorong kader memperkuat pelayanan sosial melalui program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Sejak 2025, PKB Jawa Barat meluncurkan 2.500 unit Ambulan Siaga yang tersebar di daerah pemilihan. Armada tersebut dilaporkan telah melayani sekitar 49 ribu kegiatan kesehatan dan kedaruratan dalam setahun.

Konsolidasi juga dilakukan melalui program Jumat Berkah, bakti sosial, serta kerja sama dengan pengurus NU dan pondok pesantren. Di tingkat kecamatan, penguatan organisasi dilakukan melalui pengukuhan pengurus anak cabang atau DPAC.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin yang menghadiri acara tersebut mengapresiasi peran PKB sebagai mitra pemerintah daerah. Menurut dia, komunikasi terbuka dan sikap kritis partai itu dapat membantu mengawal kebijakan pembangunan.

Cecep mencontohkan dukungan PKB terhadap kebijakan pinjaman daerah yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas publik.

Ia berharap hubungan pemerintah daerah dan partai politik tetap dibangun melalui komunikasi serta kepentingan bersama untuk masyarakat.

“Tidak ada kompetisi politik yang indah tanpa sikap saling menguatkan dan mendoakan demi kemajuan masyarakat,” kata Cecep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *