News

Pendampingan Enam Tahun Berbuah, Anak Asuh Polres Tasikmalaya Lulus SMA

333
×

Pendampingan Enam Tahun Berbuah, Anak Asuh Polres Tasikmalaya Lulus SMA

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Polres Tasikmalaya mempertahankan program pembinaan seorang anak berhadapan dengan hukum hingga menuntaskannya ke jenjang pendidikan menengah atas. Setelah enam tahun didampingi, Arul, remaja asal Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, kini lulus SMA dan bercita-cita menjadi anggota Polri.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Samsul Bahri mengatakan pendampingan terhadap Arul dimulai sejak 2021. Selama itu, biaya pendidikan dari SMP hingga SMA ditanggung Polres Tasikmalaya, termasuk bantuan kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Polres Tasikmalaya sejak 2021 memiliki anak asuh yang tadinya anak berhadapan dengan hukum,” kata Heru di Salawu, Jumat, 26 Juni 2026.

Menurut Heru, komitmen pembinaan tetap berjalan meski terjadi pergantian pimpinan di Polres Tasikmalaya. Program itu telah melewati masa kepemimpinan lima kapolres, mulai dari AKBP Rimsyahtono, AKBP Suhadi Heri Haryanto, AKBP Bayu, AKBP Haris Dinzah, hingga Kapolres saat ini AKBP Wahyu Prista Utama.

“Selama beberapa tahun ini pihak Polres Tasikmalaya berkomitmen membiayai sekolahnya dari SMP sampai lulus SMA. Sekarang Arul sudah lulus SMA dan memiliki cita-cita mendaftar menjadi polisi. Saat ini juga masih dibina di Polres Tasikmalaya,” ujar Heru.

Ia menilai program tersebut menunjukkan upaya kepolisian membantu generasi muda melalui jalur pendidikan formal dan pembinaan berkelanjutan.

Arul mengaku bersyukur mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan hingga tamat SMA. Dalam keterangannya, ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Polres Tasikmalaya yang telah mendampinginya selama enam tahun.

“Saya enam tahun dibiayai sekolah mulai SMP sampai SMA dan sekarang sudah lulus. Saya juga sedang dibina untuk menjadi polisi. Haturnuhun kepada Polres Tasikmalaya,” kata Arul.

Kini Arul masih menjalani pembinaan di lingkungan Polres Tasikmalaya sambil mempersiapkan diri mengikuti seleksi penerimaan anggota Polri. Bagi kepolisian setempat, kisah Arul menjadi contoh bahwa pendidikan dan pendampingan dapat menjadi jalan bagi seorang anak untuk memperoleh kesempatan kedua dan menata kembali masa depannya.

Ijazah SMA yang diterima Arul bukan sekadar tanda kelulusan, melainkan penanda perubahan perjalanan hidup seorang remaja yang pernah berhadapan dengan hukum dan kini berupaya mengejar cita-cita menjadi anggota Polri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *