KAB.TASIK (CM) – Basement Parkir Gedung DPRD Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, berubah menjadi arena pertarungan penuh semangat, Sabtu 3 Mei 2026.
Ratusan atlet dari berbagai sasana muaythai di wilayah Priangan Timur berkumpul untuk mengikuti Pasundan Muaythai Championship 2026.
Kejuaraan ini menjadi yang pertama digelar dalam skala besar di Kabupaten Tasikmalaya. Tak heran, antusiasme peserta dan penonton begitu tinggi. Total sekitar 150 atlet ambil bagian dalam ajang tersebut, dengan 67 partai yang dipertandingkan sepanjang hari.
Ketua Pengcab Muaythai Kabupaten Tasikmalaya, Adi Septian Nugraha, mengatakan kejuaraan ini bukan hanya soal mencari pemenang. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi sarana pembinaan sekaligus mempererat hubungan antar klub muaythai.
“Kurang lebih ada 150 atlet yang bertanding dalam 67 partai. Ini menjadi wadah silaturahmi antarclub sekaligus pembinaan atlet untuk masa depan. Kami juga ingin mengenalkan muaythai kepada anak-anak sejak dini agar mental dan karakter mereka terbentuk,” ujar Adi.
Berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari kelas usia dini, beginner, amatir, elite, hingga kelas amatir profesional atau Ampro. Sejumlah laga bergengsi seperti Four Men Tournament dan Four Women Tournament menjadi perhatian utama karena menghadirkan persaingan sengit antar petarung terbaik.
Ajang ini sekaligus menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan, disiplin, serta hasil latihan yang telah mereka jalani. Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berkesempatan meraih uang pembinaan dari sponsor.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Arkan, siswa kelas dua sekolah dasar dari klub Muaythai KCC Singaparna. Meski masih berusia muda, Arkan tampil percaya diri saat berlaga di atas ring.
“Saya ikut muaythai supaya mental lebih kuat. Saya juga senang berlatih. Alhamdulillah bisa juara dan dapat medali,” kata Arkan dengan wajah penuh kebahagiaan.
Dukungan penuh datang dari keluarganya. Sang ayah, Dede, mengaku sengaja mengenalkan olahraga bela diri kepada putranya sejak dini sebagai bekal pembentukan karakter.
“Tujuannya agar anak belajar disiplin, sportivitas, dan berani. Fisiknya juga jadi lebih kuat. Meski sedang kurang sehat, dia tetap semangat ingin bertanding. Kami tentu mendukung karena dia memang menyukai muaythai,” ungkap Dede.
Menurutnya, muaythai tidak sekadar mengajarkan teknik bertarung. Olahraga ini juga menanamkan nilai keberanian, rasa hormat kepada lawan, serta pengendalian diri.
Adi menambahkan, Pasundan Muaythai Championship merupakan bagian dari program pembinaan jangka panjang. Pengcab Muaythai Kabupaten Tasikmalaya ingin menyiapkan atlet secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga level elite.
“Kami ingin memiliki regenerasi atlet yang berkelanjutan. Karena itu, kelas yang dipertandingkan dibuat lengkap, agar pembinaan bisa berjalan di semua tingkatan,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, DPRD, serta para sponsor yang telah membantu terselenggaranya kejuaraan tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai pihak sangat penting untuk mendorong perkembangan muaythai di daerah.
Sepanjang pertandingan, suasana arena berlangsung meriah. Sorak sorai suporter terus mengiringi setiap ronde. Bagi para peserta, kejuaraan ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang pengalaman bertanding, peningkatan mental, dan memperluas persahabatan antar sasana.
Pasundan Muaythai Championship 2026 menjadi bukti bahwa olahraga bela diri di Kabupaten Tasikmalaya terus berkembang. Dari arena sederhana di basement gedung DPRD, lahir harapan besar untuk mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.





