News

Aerobik Tak Lekang oleh Zaman, Komunitas dan Bisnisnya Tumbuh di Kota Tasikmalaya

53
×

Aerobik Tak Lekang oleh Zaman, Komunitas dan Bisnisnya Tumbuh di Kota Tasikmalaya

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Di tengah maraknya tren gym modern dan olahraga berbasis teknologi, aerobik masih menunjukkan eksistensinya di Kota Tasikmalaya. Olahraga ini bahkan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus peluang bisnis di sektor kebugaran.

Ketua Asosiasi Senam Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI) Kota Tasikmalaya, Kania Dewi, menyebut minat masyarakat terhadap aerobik terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Perkembangannya cukup pesat. Saat ini ada sekitar 160 instruktur aerobik yang terdaftar di ASIAFI Kota Tasikmalaya,” ujar Kania saat ditemui dalam perayaan HUT ke-7 ASIAFI di kawasan Rancabango, Minggu 12 April 2026.

Menurutnya, peserta aerobik didominasi oleh kelompok usia 30 hingga 50 tahun yang mulai fokus menjaga kesehatan di tengah aktivitas sehari-hari.

Aerobik dipilih karena dinilai praktis, tidak membutuhkan peralatan khusus, serta bisa dilakukan secara berkelompok.

Selain itu, olahraga ini juga banyak diminati oleh ibu rumah tangga dan pekerja kantoran, dengan waktu latihan yang umumnya digelar pagi dan sore hari.

Kania menambahkan, di berbagai sanggar, peserta aerobik mayoritas adalah perempuan, dengan persentase mencapai 70 hingga 90 persen.

Salah satu peserta, Anna Suryani, mengaku aerobik tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga menjadi sarana bersosialisasi.

“Aerobik itu bukan sekadar olahraga, tapi juga tempat kumpul dan interaksi,” ujarnya.

Secara manfaat, aerobik termasuk olahraga yang membantu meningkatkan kesehatan jantung, membakar kalori, serta menjaga stamina tubuh.

Dari sisi tren, aerobik di Tasikmalaya memiliki karakter berbeda dibanding kota besar seperti Jakarta atau Bandung. Jika di kota metropolitan aerobik berkembang menjadi kelas modern seperti zumba atau dance fitness, di Tasikmalaya aktivitas ini masih didominasi konsep komunitas dan dilakukan di ruang terbuka atau sanggar sederhana.

Meski begitu, pengaruh digital mulai terasa. Banyak instruktur kini memanfaatkan media sosial untuk mencari referensi gerakan maupun membagikan konten kebugaran.

Pemilik studio senam BSS, Rinliani (Miss Ocoh), mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat turut mendorong pertumbuhan aerobik.

Ia menyebut, di Tasikmalaya sanggar aerobik tetap menjadi pilihan utama karena biaya yang relatif terjangkau dan suasana komunitas yang lebih dekat.

“Selain itu, sekarang mulai berkembang model hybrid, seperti kelas offline dan online,” jelasnya.

Aerobik juga dinilai menjadi pintu masuk bagi pemula yang baru memulai aktivitas olahraga karena gerakannya mudah diikuti.

Di sisi lain, berkembangnya aerobik juga membuka peluang usaha, mulai dari pembukaan sanggar, kelas online, hingga pelatihan instruktur.

Ketua KORMI Kota Tasikmalaya, Dr. H. Imih Misbahul M, menilai aerobik bukan hanya aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.

“KORMI akan terus mendukung perkembangan aerobik karena tujuannya memasyarakatkan olahraga agar masyarakat sehat, bugar, dan gembira,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan mendorong sosialisasi aerobik hingga ke lingkungan sekolah serta mendukung penyediaan fasilitas untuk kegiatan olahraga masyarakat.

Dengan dukungan komunitas dan adaptasi terhadap teknologi, aerobik di Tasikmalaya diprediksi akan terus berkembang di tengah perubahan tren industri kebugaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *