News

Setelah 8 Tahun Jadi Pengurus, Pekerja Gereja di Tasikmalaya Apresiasi Kepedulian Anggota DPRD

64
×

Setelah 8 Tahun Jadi Pengurus, Pekerja Gereja di Tasikmalaya Apresiasi Kepedulian Anggota DPRD

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Pengurus gereja di Kota Tasikmalaya menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada petugas keamanan dan petugas kebersihan gereja. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian yang jarang terjadi sebelumnya.

Pendeta Munanda Bernhard Marpaung mengaku bersyukur karena masih ada pihak yang memperhatikan para pekerja gereja, khususnya satpam dan office boy (OB).

“Saya mengucapkan terima kasih karena masih ada yang peduli kepada security dan OB gereja,” ujar Munanda Bernhard Marpaung.

Ia menuturkan, selama sekitar delapan tahun menjadi pengurus gereja, baru kali ini ada anggota DPRD yang memberikan perhatian kepada para pekerja tersebut.

“Sudah delapan tahun saya menjadi pengurus gereja, baru kali ini ada anggota DPRD yaitu bang Kepler Sianturi yang peduli kepada mereka. Ini membuktikan warisan nenek moyang kita, silih asah dan silih asuh, masih terjaga,” katanya.

Munanda juga menjelaskan bahwa jumlah gereja di Kota Tasikmalaya cukup banyak, terutama di Kelurahan Empangsari. Dari total 10 kecamatan yang ada di kota tersebut, wilayah ini disebut memiliki jumlah gereja terbanyak.

“Di Kota Tasikmalaya ada 10 kecamatan, dan gereja terbanyak berada di Kelurahan Empangsari, sekitar 17 gereja. Sebagian besar berada di dua kecamatan, yaitu Tawang dan Cihideung,” ujarnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh salah satu pekerja gereja, Enung Laelasari. Ia mengaku terharu karena masih ada pihak yang memperhatikan para pekerja seperti dirinya.

“Saya sangat berterima kasih, hari ini masih ada yang peduli,” kata Enung.

Ia menuturkan telah bekerja di gereja selama sekitar 14 tahun. Selama itu pula, menurutnya belum pernah ada perhatian khusus yang diberikan kepada para pekerja gereja.

“Saya sudah 14 tahun bekerja di gereja, dan baru kali ini ada yang peduli. Sebelumnya belum ada. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *