News

Disnaker Tasikmalaya Bidik 2.000 Penempatan Kerja di 2026, Siap Kirim Pekerja ke Jepang

68
×

Disnaker Tasikmalaya Bidik 2.000 Penempatan Kerja di 2026, Siap Kirim Pekerja ke Jepang

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Pemerintah Kota Tasikmalaya terus berupaya menekan angka pengangguran. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat peran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) sebagai penghubung antara perusahaan dan pencari kerja.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengatakan pihaknya berkomitmen memfasilitasi kebutuhan dunia usaha sekaligus mengakomodasi para pencari kerja agar bisa terserap pasar tenaga kerja.

“Sesuai tugas dan fungsi kami, Disnaker harus hadir sebagai mediator antara perusahaan pemberi kerja dengan para pencari kerja,” ujar Deni usai Musrenbang sektoral di Gedung UPI Tasikmalaya, Selasa 2 Maret 2026.

Menurutnya, upaya tersebut tak hanya difokuskan pada peluang kerja di dalam negeri. Mulai 2026, Disnaker juga memperluas akses kerja ke luar negeri sebagai bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat.

Ia menilai, penempatan tenaga kerja ke negara seperti Jepang, Malaysia, hingga Singapura dapat memberikan dampak ekonomi signifikan.

Pendapatan dalam bentuk dolar atau yen yang dibawa pulang ke Tasikmalaya akan meningkatkan perputaran uang di daerah.

“Kalau pekerja mendapatkan penghasilan layak di luar negeri, tentu akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah ketika remitansi masuk,” katanya.

Deni menambahkan, langkah tersebut selaras dengan program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya melalui Tasik PELAK (Pembiakan Ekonomi Lokal Kewilayahan).

Untuk menunjang kualitas tenaga kerja, Disnaker menjalankan berbagai program seperti pelatihan berbasis kompetensi, penyelenggaraan bursa kerja, hingga kerja sama dengan SMK dan perguruan tinggi. Penyesuaian jurusan dan kebutuhan industri menjadi perhatian utama agar lulusan siap pakai.

Selain itu, terdapat lebih dari 10 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang bermitra dengan Disnaker untuk penempatan tenaga kerja ke luar negeri. Informasi lowongan juga rutin disampaikan melalui media sosial resmi Disnaker, Hayu Gawe.

Berdasarkan data kartu kuning atau AK-1, tercatat sekitar 1.400 warga telah mendaftar sebagai pencari kerja pada tahun ini. Disnaker menargetkan angka tersebut bisa mencapai lebih dari 2.000 orang pada 2026, sekaligus mendorong penempatannya.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan pengangguran. Ia menyebut Pemkot siap bekerja sama dengan perusahaan, lembaga pendidikan, hingga lembaga pelatihan.

“Kita ingin Disnaker benar-benar menjadi solusi bagi para pencari kerja. Kolaborasi dengan seluruh elemen harus diperkuat agar serapan tenaga kerja meningkat,” ujar Viman.

Ia mengungkapkan, tahun ini sebanyak 56 warga Tasikmalaya dijadwalkan berangkat kerja ke Jepang. Pemerintah memastikan prosesnya aman dan sesuai prosedur guna mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam Musrenbang sektoral Disnaker bertema peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik itu, Pemkot berharap kebijakan yang dirumuskan mampu membuka lebih banyak ruang kerja.

Data menunjukkan angka pengangguran di Kota Tasikmalaya mengalami penurunan tipis sekitar 0,06 persen pada periode 2024-2025.

Meski belum signifikan, pemerintah menargetkan penurunan lebih baik pada 2026 dan 2027 melalui penguatan program ketenagakerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *