NewsTasikmalaya

Tragedi Kematian Anak Berkebutuhan Khusus, Polisi Terus Selidiki, Orang Tua Diperiksa

246
×

Tragedi Kematian Anak Berkebutuhan Khusus, Polisi Terus Selidiki, Orang Tua Diperiksa

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Kepolisian Resort Tasikmalaya, melalui Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, terus berupaya mengungkap kasus kematian seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Hingga Selasa, 28 November 2023,  lima orang saksi, termasuk orang tua angkat, kerabat, dan orang tua kandung almarhum, telah diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Ada lima saksi yang telah kami periksa, mulai dari orang tua angkat, kerabat, hingga ibu dan bapak almarhum anak ini,” ujar Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, Iptu Ridwan Budiarta, saat ditemui pada Selasa, 28 November 2023.

Meskipun tidak diungkapkan secara rinci, orang tua kandung almarhum mengakui pernah mencubit anaknya ketika almarhum menolak makan. “Ada pengakuan mencubit, tapi perlu kami dalami agar semuanya terungkap,” tambah Ridwan.

BACA JUGA: Dukung Gerakan Pemulihan DAS, CDK VI Jawa Barat Tanam 1.000 Pohon 

Polisi juga berencana untuk melakukan pemeriksaan di rumah orang tua kandung almarhum. “Rumah orang tua kandung almarhum akan kami periksa. Siapa tahu kami menemukan petunjuk baru,” lanjut Ridwan.

Sebelumnya, hasil otopsi dari dokter forensik menunjukkan adanya luka yang tidak wajar pada tubuh almarhum, termasuk bekas tusukan di perut.

“Jadi hasil otopsi dari dokter forensik menemukan luka tidak wajar di tubuh almarhum, termasuk luka seperti bekas tusukan di perut,” ungkapnya.

Kasus ini mencuat setelah orang tua angkat almarhum, Samsul Munajat, memberikan keterangan. Menurutnya, anak tersebut telah diasuh sejak usia 7 bulan dalam kandungan hingga berusia 10 tahun. Meskipun memiliki kebutuhan khusus, kondisi almarhum saat diasuh terlihat sehat dan gemuk.

“Anak ini saya rawat selama lebih dari 10 tahun, dan baru diserahkan sekitar 8 bulan yang lalu. Dia memiliki kelumpuhan sebelah kanan, tetapi aktif di sebelah kiri. Namun, dia tidak bisa berjalan, hanya dapat dipapah,” kata Samsul Munajat.

Samsul juga menyampaikan kecurigaannya terhadap penyebab kematian anak tersebut, mencatat adanya lebam di kepala dan penurunan berat badan yang signifikan setelah diserahkan kepada orang tua kandung.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *