News

Perubahan SOTK, Sedikit Banyak Hambat Percepatan Anggaran 2017

91
×

Perubahan SOTK, Sedikit Banyak Hambat Percepatan Anggaran 2017

Sebarkan artikel ini
Kabag Pengendalian Program Wawan R Effendi pastikan percepatan anggaran 2017 terhambat karena banyaknya SOTK baru

TASIKMALAYA, (CAMEON) – Memasuki tahun politik anggaran 2017, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kian terus menggenjot sejumlah penyerapan anggaran dalam program-program yang digulirkan Pemerintah Kab Tasikmalaya, melalui jalur SKPD yang ada.

Terbentuknya sejumlah SOTK baru yang digagas pemerintahan Uu Ruzhanul Ulum, ternyata sedikit banyak bisa memperlambat percepatan anggaran di tahun 2017.

Sekretaris Daerah Kab Tasikmalaya, Abdul Kodir, meminta agar semua dinas segera membuat Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan Dokumen Penggunaaan Anggaran (DPA) sesuai dengan pengajuan program di Musrenbang 2016. Namun, pada kenyataannya Bagian Pengendali Program di Pemkab Tasikmalaya masih belum menerima sejumlah pengajuan RKA dan DPA yang diajukan oleh sejumlah Dinas.

Kepala Bagian Pengendalian Program yang notabene bentukan baru dalam SOTK 2017, Maman R Effendi, Rabu (11/01) menegaskan, sejauh ini pihaknya masih belum menerima masukan RKA  maupun DPA dari dinas-dinas yang ada di lingkungan Pemkab Tasikmalaya.

“Yang ada justru dari sejumlah kecamatan, kalau dari dinas tidak ada tuh, kalau tahun 2016 sih hampir semua dinas pada bulan Januari sudah masuk semua,“ terangnya.

Meski demikian, Maman juga tidak bisa menafikan bahwa keterlambatan penerimaan DPA dan RKA dari sejumah SKPD ini karena faktor terbentuknya SOTK baru.

“Kemungkinan besar iya, karena para pejabat eselon duanya kan baru dilantik jadi mereka harus menganalisa dulu di internal dinasnya, jadi ya sedikit banyak bisa menghambat percepatan anggaran di tahun 2017, kalau ini dibiarkan terus,“ imbuhnya.

Sementra, Sekda Kab Tasikmalaya Abdul Kodir optimis pengukuhan dan rotasi mutasi jabatan di Pemkab bisa menumbuhkan kinerja bagi pejabat yang menempati pos barunya di dinas yang dipimpinnya.

Namun, harapan Sekda ini sepertinya harus dikaji lebih jauh karena pada kenyataannya sejumlah pejabat justru bingung dengan tugas pokok yang harus mereka kerjakan.

“Terus terang saya bingung pak, apa yang harus saya kerjakan, saya tidak tahu tugas pokok saya apa,“ ujar salah seorang pejabat eseleon 3 yang enggan disebutkan namanya. (dzm)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *