Tasikmalaya

Pemkot Siap Bantu Rekomendasi Yayasan Perawat Gangguan Jiwa

99
×

Pemkot Siap Bantu Rekomendasi Yayasan Perawat Gangguan Jiwa

Sebarkan artikel ini
Pemkot Siap Bantu Rekomendasi Yayasan Perawat Gangguan Jiwa

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON)-Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Sosial setempat siap membantu yayasan di kota ini yang telah istikomah merawat ribuan penderita penyakit jiwa.

Seperti diberitakan CAMEON, Yayasan Darul Ihsan tempat rehabilitas penyandang sakit jiwa di Kampung Ciberem Dua RT 01/04 Kelurahan Sukalaksana Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, telah 19 tahun mengabdi. Dan, sampai sekarang belum tersentuh bantuan.

BACA: Ada Ratusan Orang Gila, Dimana Pemerintah Kota Tasikmalaya?

Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya Muhammad Firman Syah mengatakan, Selasa 29/11 pukul 14.00 wib mengakui, selama ini pernah mendengar kiprah yayasan itu.

“Kami sudah lama mendengarnya. Namun tidak ada komunikasi dengan kami,” kata Firman, saat ditemui di Lobi Balekota Tasikmalaya, Rabu (30/11/2016).

Mengapa telat memberi bantuan? Ia berdalih, berdasarkan informasi yang dia tahu, bahwa Yayasan Darul Ihsan itu pada awalnya membebankan biaya rehabilitasi penderita sakit jiwa kepada keluarga yang menitipkannya.

“Kalau memang sekarang ini sudah tidak ada lagi biaya yang diberikan dari keluarga penderita sakit kejiwaannya, silahkan mengajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat, nanti akan kami bantu melalui rekomendasi,” jelasnya.

Dia memberikan saran. Sekarang, dari pihak Yayasan Darul Ihsan agar membuat permohonan berupa proposal bantuan hibah untuk ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

Ia meminta, pihak Yayasan menyiapkan administrasi tertib. Mulai dari legalitas hingga data lengkap penderita.

“Kami perlu mengetahui secara pasti jumlah penderita kelainan jiwa. Ada berapa yang dibiayai dan yang tidak di biayai oleh keluarganya,” katanya.

Ia memohon dengan sangat data iti diberikan segera. Karena pihaknya ingin, penderita gangguan jiwa bisa mendapatkan haknya untuk sembuh dan hidup normal.

“Setelah kami punya datanya, selanjutnya data tersebut akan kami berikan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat,” ujarnya. (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *