News

Lima Kereta Favorit Libur Sekolah dari Bandung Catat Okupansi hingga 284 Persen

43
×

Lima Kereta Favorit Libur Sekolah dari Bandung Catat Okupansi hingga 284 Persen

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM)  – Sejumlah kereta api keberangkatan awal dari wilayah PT KAI Daerah Operasi 2 Bandung menjadi primadona selama musim libur sekolah. Tingginya permintaan membuat tingkat okupansi beberapa perjalanan secara akumulatif menembus lebih dari 100 persen.

Data operasional KAI Daop 2 Bandung mencatat lima kereta api dengan jumlah pelanggan terbanyak selama periode libur sekolah, yakni KA Sangkuriang, KA Kahuripan, KA Malabar, KA Papandayan, dan KA Mutiara Selatan.

KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pulang pergi menjadi yang paling padat. Kereta ini melayani 19.997 pelanggan dari kapasitas 7.040 kursi, sehingga tingkat okupansinya mencapai 284 persen.

Posisi berikutnya ditempati KA Malabar relasi Bandung–Malang pulang pergi. Kereta tersebut mengangkut 18.768 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk atau mencatat okupansi 225,6 persen.

KA Kahuripan relasi Kiaracondong–Blitar pulang pergi melayani 23.707 pelanggan dengan okupansi 199,7 persen dari total kapasitas 11.872 kursi.

Sementara itu, KA Papandayan relasi Garut–Gambir pulang pergi mengangkut 14.013 pelanggan atau mencatat okupansi 186,3 persen dari kapasitas 7.520 kursi. Adapun KA Mutiara Selatan relasi Bandung–Surabaya Gubeng pulang pergi melayani 13.934 pelanggan dengan okupansi mencapai 167,5 persen.

Tak hanya kereta api tertentu yang menjadi favorit, sejumlah relasi perjalanan juga mencatat permintaan tinggi. Rute Bandung–Gambir menjadi yang paling diminati, disusul Bandung–Yogyakarta, Kiaracondong–Kutoarjo, Kiaracondong–Lempuyangan, dan Bandung–Surabaya Gubeng.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan tingginya okupansi menunjukkan masyarakat masih menjadikan kereta api sebagai pilihan utama selama musim libur sekolah.

“Kereta api menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan. Tingginya okupansi juga mencerminkan besarnya mobilitas masyarakat untuk berwisata maupun bersilaturahmi bersama keluarga,” katanya saat ditemui wartawan pada Senin, 06 Juli 2026.

Menurut Kuswardojo, okupansi yang melampaui 100 persen bukan berarti jumlah penumpang melebihi kapasitas tempat duduk. Angka tersebut merupakan akumulasi pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan sehingga satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu penumpang pada segmen perjalanan yang berbeda.

Ia menegaskan KAI tetap menerapkan penjualan tiket sesuai kapasitas kursi yang tersedia di setiap segmen perjalanan. Dengan demikian, seluruh pelanggan tetap memperoleh tempat duduk sesuai tiket yang dimiliki.

KAI Daop 2 Bandung menyatakan akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan seiring tingginya kepercayaan masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *