Pangandaran

Genjot Produksi Padi, Pemkab Pangandaran Sosialisasikan Padi Jenis Inpari Kepada Petani

48
×

Genjot Produksi Padi, Pemkab Pangandaran Sosialisasikan Padi Jenis Inpari Kepada Petani

Sebarkan artikel ini
Genjot Produksi Padi, Pemkab Pangandaran Sosialisasikan Padi Jenis Inpari Kepada Petani
dok dinas pertanian Pangandaran

PANGANDARAN (CM) – Dalam rangka meningkatkan produksi beras, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran melakukan sosialisasi padi varietas Inpari kepada para petani.

Diketahui, saat ini rata-rata produktivitas hasil panen padi di Kabupaten Pangandaran mencapai 62,7 kwintal per hektare. Adapun luas baku lahan sawah yang terdaftar dalam data statistik pertanian seluas 16.546 hektare.

Dari luas tersebut, diklasifikasikan berdasarkan jenis perairan, yaitu irigasi teknis, irigasi setengah teknis, irigasi sederhana, irigasi desa non PU, sawah tadah hujan dan sawah rawa lebah.

Penjelasan ini diungkapkan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Aep Haris, Rabu (03/02/2021).

“Lahan sawah yang terluas berdasarkan klasifikasi yang ada mengandalkan perairan dari hujan atau sawah tadah hujan seluas 6.653.9 hektare,” ujarnya.

Aep menambahkan, Lahan pertanian yang mengandalkan perairan dari irigasi teknis tercatat seluas 6.254 hektare, irigasi setengah teknis 1.606.2 hektare, irigasi sederhana 198 hektare.

“Sedangkan irigasi desa non PU seluas 1.245 hektare dan sawah rawa lebah seluas 606.9 hektare,” tambahnya.

Aep mengaku optimis tingkat produktivitas padi di Kabupaten Pangandaran bisa meningkat dan memperkokoh ketahanan pangan di daerah.

“Upaya dalam mensukseskan angka produktivitas padi dengan cara menanam jenis padi unggulan yang direkomendasikan oleh pemerintah,” lanjutnya.

Upaya yang Aef maksud adalah dengan mensosialisasikan jenis inbrida dengan 3 jenis varietas yaitu inpari 32, inpari 42, inpari 43 yang akan dilaksanakan oleh 263 kelompok tani yang ada di Kabupaten Pangandaran.

“Keunggulan inpari 32 diantaranya tahan terhadap bakteri dan penyakit blas. Sementara keunggulan inpari 43 diantaranya aman dari serangan burung dan tahan terhadap penyakit blas,” pungkasnya. (deni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *