News

Disnaker Kota Tasikmalaya Dorong Transformasi Bursa Kerja Digital, 5.873 Orang Daftar Job Fair 2026

52
×

Disnaker Kota Tasikmalaya Dorong Transformasi Bursa Kerja Digital, 5.873 Orang Daftar Job Fair 2026

Sebarkan artikel ini
Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya, Deni Diyana saat memaparkan capaian program, Kamis, 30 Oktober 2026.

KOTA TASIK (CM) – Perkembangan teknologi digital mendorong Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya mengubah pola pelayanan ketenagakerjaan. Bursa kerja tak lagi sekadar mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, tetapi diarahkan menjadi ekosistem digital yang menghubungkan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja.

Arah tersebut terlihat dalam penyelenggaraan Tasikmalaya International Job Fair 2026. Kegiatan ini mencatat 5.873 pendaftar berdasarkan data aplikasi terintegrasi Disnaker. Sebanyak 3.060 pendaftar berasal dari Kota Tasikmalaya, sedangkan 2.813 lainnya berasal dari luar daerah.

Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, mengatakan job fair tahun ini menghadirkan 52 lowongan kerja dari 31 perusahaan dengan peluang penempatan di 18 negara.

“Total ada 52 lowongan kerja dari 31 perusahaan dengan jangkauan 18 negara,” ujar Deni saat memaparkan capaian program, Kamis, 30 Oktober 2026.

Menurut Deni, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan. Karena itu, pelayanan ketenagakerjaan perlu mengikuti perkembangan teknologi agar informasi lowongan, profil kompetensi, seleksi, pelatihan, hingga pemantauan penempatan dapat terhubung dalam satu sistem.

Menariknya, pemaparan capaian program tersebut turut didampingi TARA, asisten berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan Deni Swarantara. Teknologi itu digunakan untuk mendukung presentasi secara interaktif.

Deni menilai transformasi digital menjadi kebutuhan di tengah perubahan pola kerja dan perkembangan industri. Apalagi, kehadiran kecerdasan buatan berpotensi mengurangi sejumlah jenis pekerjaan melalui otomatisasi.

Namun, menurut dia, perkembangan teknologi tidak semestinya dihadapi dengan penolakan. Pemerintah justru perlu menyiapkan tenaga kerja agar mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dalam aktivitas profesional.

“Informasi lowongan, profil kompetensi, proses seleksi, pelatihan, hingga pemantauan penempatan harus terintegrasi secara digital demi efisiensi dan aksesibilitas,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Disnaker mendorong penyelarasan keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan. Penguatan literasi digital dan AI serta pelatihan singkat yang sesuai kebutuhan pekerjaan juga menjadi bagian dari langkah yang disiapkan.

Selain membidik pasar kerja dalam negeri, Disnaker Kota Tasikmalaya turut memperhatikan peluang penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Deni menyebut pekerja migran memiliki peran lebih luas daripada sekadar mengisi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri.

Ia ingin PMI juga menjadi duta yang memperkenalkan budaya, kuliner, dan produk unggulan Tasikmalaya kepada masyarakat internasional.

Untuk mewujudkan hal itu, Disnaker akan memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), pemerintah daerah, komunitas diaspora, dan pelaku pariwisata.

“Contohnya warga Tasikmalaya yang bekerja di Jepang bisa mempromosikan cilok ke rekan kerjanya secara autentik dan sesuai aturan,” ujar Deni.

Ke depan, Disnaker menyiapkan sejumlah langkah, antara lain memperbarui basis data pencari kerja, menyusun pelatihan berdasarkan kebutuhan riil industri, serta memperkuat keterampilan bahasa asing dan kemampuan digital.

Disnaker juga akan membangun jejaring alumni pekerja migran dan diaspora sebagai mitra promosi produk lokal di mancanegara.

Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah berharap pelayanan ketenagakerjaan tidak berhenti pada penyediaan informasi lowongan. Lebih dari itu, pencari kerja diharapkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus mampu memanfaatkan peluang pasar kerja global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *