News

Tiar Nabilla Sebut Kota Tasikmalaya Berpotensi Jadi Pusat Penempatan PMI Priangan Timur

61
×

Tiar Nabilla Sebut Kota Tasikmalaya Berpotensi Jadi Pusat Penempatan PMI Priangan Timur

Sebarkan artikel ini
Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Ekonomi Digital, Tiar Nabilla Karbala saat memberikan sambutan pada pembukaan Tasikmalaya International Job Fair 2026 di Asia Plaza, Jumat, 30 Oktober 2026.

KOTA TASIK (CM) – Kota Tasikmalaya mulai memperkuat posisinya sebagai pusat penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Priangan Timur. Hal itu terlihat dari tingginya minat pencari kerja dalam Tasikmalaya International Job Fair 2026 yang menawarkan ribuan peluang kerja, termasuk penempatan di 18 negara.

Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Ekonomi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mengapresiasi langkah Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya yang mengintegrasikan layanan bursa kerja melalui sistem digital.

Menurut Tiar, sistem pendaftaran dan pelacakan peserta secara daring dan real-time membuat proses pemantauan lebih mudah, transparan, serta efisien.

“Saya tidak bawa map apa-apa, Pak Kadisnaker sudah lebih keren. Alhamdulillah,” ujar Tiar saat membuka sambutannya di Asia Plaza, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menilai penggunaan teknologi dalam penyelenggaraan job fair menunjukkan perubahan pola pelayanan ketenagakerjaan di daerah.

Antusiasme pencari kerja juga melampaui target penyelenggara. Dari target awal 1.500 peserta, jumlah pendaftar tercatat mencapai lebih dari 5.800 orang. Data terakhir bahkan menunjukkan angka 6.222 pelamar.

“Luar biasa. Setengah dari Kota Tasik, setengah lagi dari Kabupaten/Kota tetangga. Bahkan data terakhir 47 persen dari luar Kota Tasikmalaya,” kata Tiar.

Menurut dia, besarnya jumlah pelamar dari luar daerah memperlihatkan potensi Tasikmalaya menjadi pusat layanan penempatan tenaga kerja, khususnya untuk kawasan Priangan Timur.

Tiar mengatakan, pembukaan akses kerja ke luar negeri juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengiriman tenaga kerja, tetapi juga peningkatan keterampilan dan transfer pengetahuan.

Salah satu program yang didorong pemerintah adalah SMK Go Global dengan target menyiapkan 500.000 tenaga kerja terampil untuk mengisi kebutuhan pasar internasional.

“Ini kolaborasi konkret pusat dan daerah untuk membangun Indonesia dari dalam, serta memastikan anak bangsa yang kerja di luar negeri dapat pelindungan yang baik dari KP2MI,” ujarnya.

Di sisi lain, Tiar mengingatkan bahwa persoalan pengangguran di Kota Tasikmalaya masih membutuhkan perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) memang menurun dari 7,66 persen pada 2021 menjadi 6,43 persen pada 2025.

Namun, pengangguran di kalangan usia muda masih relatif tinggi. TPT kelompok usia 15-19 tahun mencapai 23,34 persen, sedangkan kelompok usia 20-24 tahun sebesar 14,35 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih banyak lulusan sekolah yang belum terserap pasar kerja.

“Karena itu kita harus buka lebih banyak kesempatan kerja,” tegasnya.

Dalam Tasikmalaya International Job Fair 2026, tersedia total 6.222 peluang kerja. Rinciannya, 484 lowongan untuk pasar kerja domestik dan 5.738 kuota penempatan luar negeri yang tersebar di 18 negara.

Sejumlah negara tujuan penempatan antara lain Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Jerman.

Tiar juga menyoroti keterlibatan tiga perusahaan yang menyediakan lowongan khusus bagi penyandang disabilitas. Menurut dia, akses terhadap pekerjaan harus terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Ia berharap penyelenggaraan job fair tersebut mampu membuka lebih banyak kesempatan kerja dan membantu masyarakat memperoleh pekerjaan yang layak.

“Semoga dari tempat ini semakin banyak keluarga dapat kabar baik, semakin banyak anak muda memulai perjalanan karier,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *