News

Pasca Kecelakaan Maut di Pantura, Satlantas Polres Tasikmalaya Perketat Ramp Check Angkutan

202
×

Pasca Kecelakaan Maut di Pantura, Satlantas Polres Tasikmalaya Perketat Ramp Check Angkutan

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya meningkatkan pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum, angkutan barang, dan bus pariwisata menyusul sejumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah Jawa Barat dalam beberapa waktu terakhir.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kecelakaan dengan korban jiwa tidak terjadi di wilayah hukum Polres Tasikmalaya. Pemeriksaan dilakukan melalui kegiatan inspeksi keselamatan (ramp check) bersama instansi terkait.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya AKP Didit Permadi mengatakan kegiatan tersebut melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes). Tujuannya untuk memastikan kendaraan maupun pengemudi memenuhi standar keselamatan sebelum beroperasi.

“Kami bersama Dishub dan Dinkes melaksanakan ramp check sebagai langkah preventif untuk menekan angka fatalitas kecelakaan serta menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Tasikmalaya,” kata Didit.

Peningkatan pengawasan ini dilakukan setelah terjadinya dua kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan banyak korban di wilayah Pantura Jawa Barat. Peristiwa tersebut menjadi perhatian kepolisian untuk memperkuat upaya pencegahan di daerah masing-masing.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Tasikmalaya Ipda Ramdani menjelaskan pemeriksaan tidak hanya dilakukan di jalan raya, tetapi juga menyasar lokasi operasional kendaraan seperti pool bus, jalur travel, hingga angkutan yang melayani kawasan wisata.

“Kami berkoordinasi dengan Dishub untuk memeriksa persyaratan administrasi maupun kelaikan kendaraan di sejumlah titik operasional angkutan,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek berbagai dokumen, mulai dari Buku Uji KIR, kartu pengawas izin operasional, STNK, SIM, hingga identitas pengemudi.

Selain administrasi, kondisi fisik kendaraan juga menjadi perhatian. Petugas memeriksa sistem pengereman, lampu penerangan, kondisi ban, kaca depan, sabuk keselamatan, speedometer, spion, wiper, hingga klakson untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik.

Pemeriksaan juga mencakup jumlah penumpang agar tidak melebihi kapasitas kendaraan serta memastikan tersedianya perlengkapan tanggap darurat di dalam armada.

Tak hanya kendaraan, kondisi pengemudi juga menjadi fokus pengawasan. Satlantas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan guna memastikan sopir dalam kondisi layak mengemudi.

Petugas juga mengingatkan para pengemudi agar mematuhi ketentuan waktu istirahat. Pengemudi yang telah mengemudi selama empat jam berturut-turut diwajibkan beristirahat sedikitnya 30 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Menurut Ramdani, pemeriksaan teknis akan dibarengi dengan kegiatan edukasi kepada pengemudi maupun perusahaan angkutan. Satlantas juga memasang spanduk imbauan di sejumlah titik rawan kecelakaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran berlalu lintas.

“Selain ramp check, kami terus melakukan sosialisasi kepada para pengemudi dan pengusaha angkutan. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama sehingga seluruh pihak memiliki komitmen yang sama dalam mencegah terjadinya kecelakaan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *