KAB.TASIK (CM) – Gelaran Piala Kapolres Cup Kicau Mania dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 mendapat sambutan luar biasa dari para pencinta burung berkicau. Ratusan peserta dari berbagai daerah memadati arena perlombaan sejak pagi hari untuk mengikuti kompetisi yang digelar Polres Tasikmalaya.
Tidak hanya diikuti peserta dari Tasikmalaya, ajang tersebut juga menarik perhatian komunitas kicau mania dari sejumlah daerah lain seperti Bandung, Cilacap, Ciamis, Banjar, Pangandaran hingga Garut.
Tingginya antusiasme peserta membuat suasana perlombaan berlangsung meriah. Para penghobi burung saling beradu kualitas peliharaan terbaik mereka dalam berbagai kategori yang dipertandingkan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia membuka 14 kelas perlombaan. Kelas Murai Batu, baik kategori muda maupun dewasa, menjadi salah satu yang paling banyak diminati peserta karena dikenal sebagai kelas bergengsi dalam dunia kicau mania.
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, hadir langsung menyaksikan jalannya perlombaan. Ia mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, lomba burung berkicau tidak hanya menjadi wadah menyalurkan hobi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Ini untuk mempererat hubungan Polres Tasikmalaya dengan masyarakat, khususnya para penggemar burung. Kita berharap ini merupakan sinergi yang bagus antara Polres, pihak penyelenggara seperti Pak Haji Ijang, Kasat Reskrim, dan seluruh elemen masyarakat yang hadir,” ujar Wahyu.
Melihat tingginya animo peserta dan pengunjung, Wahyu mengungkapkan kegiatan tersebut berpeluang besar menjadi agenda rutin tahunan.
“Insyaallah kita laksanakan rutin, sehingga ini bisa menjadi agenda tahunan. Jadi, para pencinta burung sudah bisa mencatat jadwal dan mulai bersiap-siap dari sekarang untuk menyambut Kapolres Cup tahun depan,” katanya.
Ketua Umum Saduluran Murai Sukapura (SMS), H. Ijang Suryana, menyambut positif dukungan yang diberikan Polres Tasikmalaya terhadap komunitas pecinta burung berkicau.
Ia mengaku bangga karena kegiatan yang digelar bersama tersebut mampu menghadirkan peserta dari berbagai wilayah dan berlangsung dengan lancar.
“Sebuah kehormatan besar bagi kami bisa menggelar acara di bawah tajuk Piala Kapolres Cup ini. Harapan kami sama dengan para Kicau Mania, yaitu agar kegiatan ini terus berlanjut setiap tahunnya,” ujar H. Ijang.
Selain menjadi ajang kompetisi, perlombaan tersebut juga memberi peluang ekonomi bagi para peternak dan pedagang burung. Banyak peserta yang memanfaatkan momentum lomba untuk memperkenalkan kualitas burung peliharaan mereka kepada calon pembeli.
Salah satunya Ade atau yang akrab disapa Pak Oyon, peserta asal Kota Tasikmalaya. Ia membawa burung andalannya yang selama ini kerap mengikuti berbagai kontes tingkat nasional.
Meski telah beberapa kali tampil di kompetisi besar, perlombaan Kapolres Cup menjadi pengalaman pertama burung miliknya bertanding di arena lokal Tasikmalaya.
“Harapannya burung bisa tampil stabil. Karena ini statusnya burung dagangan, ya intinya biar makin dilirik dan pengen cepat laku dengan harga terbaik,” kata Pak Oyon.
Suksesnya penyelenggaraan Piala Kapolres Cup Kicau Mania tahun ini semakin memperkuat posisi ajang tersebut sebagai salah satu festival hobi yang mendapat perhatian besar di Priangan Timur.
Dengan dukungan komunitas, penyelenggara, dan Polres Tasikmalaya, kegiatan ini berpotensi menjadi agenda tahunan yang ditunggu para pencinta burung berkicau dari berbagai daerah.





