News

Polda Jabar Pastikan Rekrutmen Akpol dan Bintara 2026 Transparan, Nilai Langsung Muncul di Layar

54
×

Polda Jabar Pastikan Rekrutmen Akpol dan Bintara 2026 Transparan, Nilai Langsung Muncul di Layar

Sebarkan artikel ini

BANDUNG (CM) – Polda Jawa Barat memastikan proses seleksi penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri tahun 2026 dilaksanakan secara transparan dan profesional. Setiap tahapan tes dilakukan secara terbuka sehingga peserta dapat langsung mengetahui hasil yang diperoleh.

Kepala Biro SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad mengatakan, sistem seleksi terbuka menjadi bentuk komitmen Polri dalam menghadirkan rekrutmen yang bersih dan akuntabel.

“Setelah tes selesai, nilai peserta langsung muncul di layar monitor sehingga bisa dilihat semua peserta, baik nilainya sendiri maupun peserta lainnya,” ujar Fadly dalam keterangannya, Kamis 27 Mei 2026.

Menurutnya, mekanisme tersebut telah diterapkan selama beberapa tahun terakhir untuk mencegah praktik kecurangan dan memastikan seluruh peserta mendapatkan perlakuan yang sama.

Tak hanya itu, peserta juga diberi kesempatan menyampaikan keberatan apabila merasa ada ketidaksesuaian nilai saat pelaksanaan ujian berlangsung.

“Peserta bisa melakukan koreksi kepada panitia bila merasa ada ketidaksesuaian. Mereka juga sudah mengetahui bobot penilaian akademik, psikologi, dan jasmani, sehingga dapat menghitung hasilnya sendiri,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, seleksi penerimaan anggota Polri di lingkungan Polda Jabar diawasi secara internal maupun eksternal. Pengawasan internal melibatkan Itwasda dan Bid Propam Polda Jabar, sedangkan pengawasan eksternal melibatkan unsur organisasi masyarakat.

Fadly menegaskan, seluruh proses seleksi mengedepankan prinsip meritokrasi dan integritas sesuai semangat transformasi Polri Presisi. Ia memastikan tidak ada perlakuan istimewa terhadap peserta tertentu.

Rangkaian seleksi dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi administrasi. Setelah itu peserta menjalani pemeriksaan administrasi awal, tes kesehatan tahap pertama, tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT), hingga tes akademik dan komputer.

Tahapan berikutnya meliputi pemeriksaan mental ideologi, penelusuran mental kepribadian, tes kesehatan tahap kedua, tes kesamaptaan jasmani, wawancara psikologi, hingga pemeriksaan administrasi akhir sebelum penentuan kelulusan.

Sebelum memasuki ruang ujian, seluruh peserta juga diperiksa secara ketat guna memastikan tidak membawa alat komunikasi maupun perangkat lain yang dapat digunakan untuk berbuat curang.

“Tes CAT dirancang untuk mengukur kemampuan dan karakter peserta secara objektif. Semua memiliki kesempatan yang sama dan hasilnya murni berdasarkan kemampuan masing-masing,” ucap Fadly.

Sementara itu, Kabagbinkar Ro SDM Polda Jabar AKBP Condro Sasongko menegaskan keterbukaan seleksi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Polda Jabar memastikan tidak ada jalan pintas dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Peserta yang lulus benar-benar mereka yang memenuhi syarat kemampuan dan integritas,” kata Condro.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *