News

Cegah Pangan Berbahaya, BPOM Tasikmalaya Gelar Inspeksi Ngulisik dan Jelantik

16
×

Cegah Pangan Berbahaya, BPOM Tasikmalaya Gelar Inspeksi Ngulisik dan Jelantik

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tasikmalaya bersama Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menggelar inspeksi keamanan pangan bertajuk “Ngulisik dan Jelantik” di kawasan pusat jajanan Sambongjaya, Kamis 30 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan siap saji yang dikonsumsi masyarakat, dengan memanfaatkan mobil laboratorium keliling yang telah direvitalisasi untuk pengujian langsung di lapangan.

Dalam inspeksi tersebut, petugas mengambil sampel dari 13 produk jajanan yang dicurigai mengandung bahan tambahan berbahaya. Seluruh sampel kemudian diuji di lokasi menggunakan rapid test kit dengan empat parameter, yakni boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Hasil pengujian menunjukkan masih adanya produk yang tidak memenuhi standar keamanan pangan. Petugas menemukan satu sampel positif mengandung boraks, yaitu pada produk kerupuk.

Menindaklanjuti temuan tersebut, petugas BPOM langsung memberikan teguran serta edukasi kepada pedagang yang bersangkutan. Pedagang diimbau untuk tidak lagi menjual maupun mengambil pasokan dari produsen yang terindikasi menggunakan bahan berbahaya.

Selain pengujian, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan penyuluhan langsung kepada para pedagang terkait bahaya penggunaan bahan kimia dalam pangan.

“Terdapat empat bahan berbahaya yang sering disalahgunakan dalam pangan, yaitu Rhodamin B, Methanil Yellow, boraks, dan formalin. Pastikan selalu Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan tanggal kedaluwarsa saat membeli produk pangan,” ujar Dwi, petugas BPOM di lokasi.

BPOM Tasikmalaya menegaskan bahwa kegiatan “Ngulisik dan Jelantik” merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan dalam melindungi masyarakat dari peredaran pangan berbahaya, khususnya pada produk olahan dan siap saji.

Petugas juga mengimbau para pedagang untuk mengutamakan keselamatan konsumen dengan tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dalam produk makanan.

Sementara itu, masyarakat diharapkan menjadi konsumen yang lebih cerdas dengan selalu memeriksa keamanan produk sebelum dikonsumsi serta turut menyebarkan informasi terkait keamanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *