KOTA TASIK (CM) – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Tasikmalaya berlangsung berbeda. Alih-alih diwarnai aksi unjuk rasa, momentum ini dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dengan membagikan ratusan paket bantuan kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serikat buruh, perusahaan, serta BAZNAS menyalurkan 200 paket sembako dan 150 bingkisan. Bantuan tersebut diberikan kepada anak yatim, lansia, serta pekerja rentan.
Penerima manfaat berasal dari wilayah RW 09 Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, serta kelompok pekerja informal seperti tukang becak, pedagang kaki lima, pengemudi ojek online, hingga asisten rumah tangga.
Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya Deni Diyana menjelaskan, rangkaian kegiatan May Day tahun ini disusun melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Forkopimda, serikat pekerja, hingga kalangan perusahaan.
Ia menyebut sebelumnya telah digelar forum diskusi (FGD) pada Minggu (3/5/2026) yang diikuti ratusan peserta dari berbagai organisasi buruh. Forum tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi pekerja yang nantinya akan dirumuskan sebagai bahan kebijakan ketenagakerjaan.
“Masukan dari buruh kita tampung dan akan menjadi dasar rekomendasi kebijakan ke depan,” kata Deni, Senin (4/5/2026).
Selain pembagian bantuan, rangkaian May Day juga diisi kegiatan donor darah bekerja sama dengan PMI Kota Tasikmalaya. Agenda lanjutan akan digelar di salah satu perusahaan dengan target partisipasi ratusan pekerja.
Menurut Deni, sumber bantuan yang disalurkan tidak hanya berasal dari APBD, tetapi juga hasil gotong royong berbagai pihak, termasuk perusahaan, perbankan, dan BUMN di Tasikmalaya.
Ketua RW 09 Kahuripan, Asep Rahmat Firdaus, mengapresiasi pelaksanaan May Day yang diisi kegiatan sosial. Ia menilai pendekatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Sekarang Hari Buruh diisi kegiatan positif, bisa membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara menilai kolaborasi dalam peringatan May Day tahun ini menjadi langkah yang patut diapresiasi, terutama di tengah keterbatasan anggaran.
Ia menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam mendukung jalannya pemerintahan, termasuk kontribusi dari kalangan pekerja dan dunia usaha.
Ke depan, ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat menjadi agenda rutin setiap peringatan Hari Buruh dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.





