News

Wabup Tasikmalaya Jenguk Bocah Korban Gigitan Ular Weling, Kondisinya Mulai Membaik

149
×

Wabup Tasikmalaya Jenguk Bocah Korban Gigitan Ular Weling, Kondisinya Mulai Membaik

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Kondisi DK (12), bocah asal Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi korban gigitan ular berbisa mulai menunjukkan perkembangan membaik. Pasien yang dirawat di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa itu kini mulai memberikan respons motorik.

Perkembangan tersebut terlihat pada Rabu (8/4/2026) setelah sebelumnya DK sempat berada dalam kondisi kritis sejak kejadian pada Minggu (29/3/2026).

Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr. Eli Hendalia, mengatakan tim medis mulai melihat tanda-tanda pemulihan pada pasien. Salah satu momen yang mengharukan terjadi ketika DK mampu merespons kehadiran ayahnya dari balik kaca ruang perawatan.

“Alhamdulillah kondisi pasien sudah menunjukkan perbaikan dan mulai memberikan respons. Saat ayahnya melambaikan tangan dari luar kaca, DK membalas dengan mengangkat tangannya,” ujar dr. Eli.

Ia menjelaskan, penanganan terhadap pasien cukup kompleks karena korban digigit ular weling, salah satu jenis ular berbisa yang racunnya dapat menyerang sistem saraf.

Selama proses perawatan, tim medis telah memberikan 56 vial anti-venom atau antibisa ular untuk menetralisir racun di dalam tubuh pasien.

“Jumlah tersebut sebenarnya setara dengan kebutuhan stok anti-venom untuk wilayah Jawa Barat dalam satu bulan. Namun demi keselamatan pasien, kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk mendapatkan tambahan pasokan,” katanya.

Menurutnya, setiap hari DK membutuhkan sekitar 5 hingga 10 vial antibisa untuk membantu proses pemulihan dari racun yang masuk ke tubuhnya.

Kondisi bocah tersebut juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, sempat menjenguk keluarga pasien di RSUD KHZ Musthafa.

Asep memastikan pemerintah daerah akan membantu pembiayaan perawatan pasien apabila diperlukan, mengingat masa perawatan di ruang ICU cukup panjang.

“Kami bersimpati atas musibah yang dialami keluarga. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan RSUD akan berupaya membantu skema pembiayaan agar keluarga tidak terbebani,” kata Asep.

Diketahui, peristiwa ini terjadi ketika DK sedang tertidur di ruang tengah rumahnya bersama sang ibu. Tanpa disadari, seekor ular masuk ke dalam rumah dan menggigit bocah yang masih duduk di bangku kelas 6 SD tersebut.

Saat ini tim medis masih melakukan pemantauan intensif di ruang ICU hingga kondisi pasien benar-benar stabil dan dapat dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *