KOTA TASIK (CM) – Ratusan warga memadati Gedung Juang Kota Tasikmalaya sejak pagi hari untuk menerima bantuan sosial melalui program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial RI.
Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan bakti sosial dan penyaluran bantuan terpadu yang digelar bersama Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Warga penerima manfaat berasal dari berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Endang Sunardi, mengatakan total penerima bantuan dalam kegiatan tersebut mencapai 490 orang.
Menurutnya, data penerima manfaat berasal dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial yang kemudian diverifikasi kembali oleh Dinas Sosial Kota Tasikmalaya sebelum bantuan disalurkan.
“Data kami terima dari pusat, kemudian diverifikasi kembali agar sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan. Ini penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Endang.
Ia menjelaskan, bantuan dalam program ATENSI diberikan berdasarkan kebutuhan masing-masing penerima. Dengan sistem tersebut, jenis bantuan yang diterima warga dapat berbeda-beda.
Beberapa bantuan yang disalurkan di antaranya paket nutrisi untuk 169 penerima, sarana kamar bagi 437 penerima, sarana dapur untuk 222 penerima, serta perlengkapan kebersihan diri bagi 301 penerima.
Selain itu, terdapat bantuan perlengkapan sekolah bagi 138 penerima serta bantuan untuk tunggakan pendidikan bagi lima penerima. Program ini juga menyediakan bantuan kewirausahaan bagi 30 orang dari kalangan penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
Menurut Endang, bantuan kewirausahaan diharapkan dapat membantu penerima manfaat untuk lebih mandiri secara ekonomi.
Penyaluran bantuan kali ini difokuskan di tiga titik wilayah Kecamatan Tawang yang memiliki jumlah penerima manfaat cukup banyak.
Dinas Sosial juga menekankan pentingnya proses verifikasi sebelum bantuan diberikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahan data atau penerima yang tidak memenuhi kriteria.
“Validasi ini penting agar tidak ada yang terlewat, sekaligus memastikan bantuan benar-benar tepat guna,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan juga diberikan kepada Yayasan ODGJ Mentari Hati sebagai bagian dari upaya rehabilitasi sosial bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Selain penyaluran bantuan, Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melakukan perekaman biometrik bagi ODGJ.
Langkah tersebut dilakukan agar mereka memiliki identitas resmi sehingga dapat mengakses berbagai program bantuan pemerintah di masa mendatang.
“Selama ini banyak dari mereka belum memiliki identitas. Dengan perekaman biometrik ini, mereka bisa mendapatkan hak yang sama sebagai warga negara,” kata Endang.
Ia berharap program bantuan dari Kementerian Sosial tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu.
“Semoga bantuan ini bisa terus berkelanjutan dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkasnya.







