News

Kampus UMB Tasikmalaya Gelar Program Pemberdayaan Tunanetra, Dorong Pendidikan Inklusif

116
×

Kampus UMB Tasikmalaya Gelar Program Pemberdayaan Tunanetra, Dorong Pendidikan Inklusif

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Suasana hangat dan penuh semangat tampak di halaman kampus Universitas Mayasari Bakti (UMB) Tasikmalaya, Rabu 11 Maret 2026.

Puluhan penyandang tunanetra datang ke kampus tersebut untuk mengikuti kegiatan pemberdayaan difabel yang diselenggarakan oleh Fakultas Vokasi UMB.

Setibanya di lokasi, para peserta diarahkan menuju ruang perpustakaan kampus dengan pendampingan mahasiswa. Para mahasiswa menggandeng dan membantu mereka berjalan hingga ke ruang kegiatan agar dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan aman.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan sosial sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat yang digagas Fakultas Vokasi UMB Tasikmalaya. Dalam pelaksanaannya, pihak kampus juga menggandeng komunitas Sahabat Difabel dari Majelis Taklim Tunanetra Al Hikmah sebagai mitra kolaborasi.

Rektor Universitas Mayasari Bakti, Yusuf Abdullah, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata kampus dalam mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

“Kegiatan ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk berkembang,” ujar Yusuf.

Ia menambahkan, pihak kampus juga membuka peluang pendidikan bagi penyandang disabilitas yang ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi melalui berbagai program beasiswa yang disediakan oleh UMB.

“Kami mendorong program inklusi di lingkungan kampus. Jika teman-teman difabel berminat melanjutkan pendidikan, UMB telah menyiapkan berbagai program beasiswa,” katanya.

Menurut Yusuf, langkah tersebut diharapkan dapat mendukung upaya menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai daerah yang lebih inklusif, terutama dalam hal akses pendidikan.

Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi UMB, Atep Firmansyah, menjelaskan kegiatan pemberdayaan ini merupakan bagian dari peran perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

Melalui kerja sama dengan komunitas Sahabat Difabel dari Majelis Taklim Tunanetra Al Hikmah, pihaknya ingin menciptakan ruang yang lebih terbuka bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi diri.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan komunitas sosial dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas,” kata Atep.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mengikuti sejumlah agenda pemberdayaan, seperti pemberian motivasi, pelatihan keterampilan dasar, serta diskusi interaktif mengenai peluang pengembangan potensi bagi penyandang disabilitas.

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus membuka peluang bagi para difabel untuk meningkatkan kemandirian, baik secara sosial maupun ekonomi.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman pembelajaran sosial bagi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan penyandang disabilitas, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya kesetaraan dan penghormatan terhadap hak-hak difabel.

Salah satu mahasiswa semester dua UMB, Haifa (19), mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berharga bagi dirinya dan teman-teman mahasiswa lainnya.

“Interaksi langsung dengan teman-teman difabel memberikan pembelajaran sosial bagi kami. Kami belajar bahwa setiap orang memiliki potensi dan hak yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Sesepuh Majelis Taklim Tunanetra Al Hikmah, Mamat Rahmat, menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika UMB Tasikmalaya atas kepedulian yang diberikan kepada komunitas penyandang disabilitas.

Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri para difabel sekaligus membuka ruang interaksi sosial yang lebih luas.

Dukungan juga datang dari pegiat sosial di Kota Tasikmalaya, Harniwan Obech. Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam program pemberdayaan difabel sangat penting dalam mendorong terciptanya masyarakat yang lebih inklusif.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilakukan UMB. Program pemberdayaan seperti ini membantu mendorong pembangunan yang inklusif, di mana penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” kata Harniwan.

Di akhir kegiatan, panitia juga membagikan paket sembako kepada para peserta dan keluarga mereka. Bantuan tersebut merupakan hasil kerja sama Fakultas Vokasi UMB dengan lembaga sosial Baitul Maal Mahabbatulloh Tasikmalaya.

Ke depan, Fakultas Vokasi UMB berencana melanjutkan program pemberdayaan tersebut melalui berbagai kegiatan lanjutan, seperti pelatihan kewirausahaan bagi difabel, peningkatan literasi digital, hingga pendampingan komunitas untuk memperkuat kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *