News

Inovasi Pesta Telur di Tasikmalaya: Lawan Stunting Sekaligus Dongkrak Ekonomi Warga

67
×

Inovasi Pesta Telur di Tasikmalaya: Lawan Stunting Sekaligus Dongkrak Ekonomi Warga

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Berbagai cara dilakukan untuk menekan angka stunting, termasuk selama bulan Ramadan. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus mempercepat upaya penanganan masalah tersebut melalui sejumlah program inovatif yang melibatkan masyarakat.

Salah satu langkah yang kini dijalankan adalah program Pesta Telur. Program ini digagas oleh Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Tasikmalaya sebagai strategi baru dalam percepatan penurunan stunting.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) pada dinas tersebut, Yanti Permayanti, mengatakan persoalan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya pemerintah.

“Persoalan stunting itu harus ditangani bersama. Kami pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus memaksimalkan ikhtiar untuk menurunkan angka stunting,” kata Yanti kepada detikJabar, Sabtu 7 Maret 2026.

Pesta Telur merupakan singkatan dari Program Ekonomi dan Stunting Terpadu melalui Budidaya Ayam Petelur. Program ini dirancang untuk menggabungkan peningkatan gizi keluarga dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program tersebut, keluarga sasaran didorong untuk membudidayakan ayam petelur dalam sistem terpadu. Konsep yang diterapkan menggabungkan peternakan ayam, budidaya maggot, dan kolam ikan dalam satu rak vertikal.

Sistem tersebut dibuat agar setiap komponen saling mendukung. Ayam ditempatkan pada bagian paling atas sebagai penghasil telur, bagian tengah digunakan untuk budidaya maggot, sedangkan bagian bawah difungsikan sebagai kolam ikan.

“Pesta Telur merupakan inovasi di bidang pengendalian penduduk dan keluarga berencana yang fokus pada penanganan stunting melalui pendekatan ekonomi keluarga,” ujar Yanti.

Ia menjelaskan, program ini menyasar keluarga yang memiliki balita stunting maupun ibu hamil agar memiliki akses terhadap sumber protein sekaligus peluang tambahan pendapatan.

Menurut Yanti, kondisi sosial ekonomi keluarga masih menjadi salah satu faktor yang memicu stunting. Karena itu program ini dirancang untuk menjawab dua persoalan sekaligus, yakni pemenuhan gizi dan peningkatan ekonomi rumah tangga.

Dalam pelaksanaannya, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan 15 ekor ayam petelur beserta kandang bertingkat berbentuk paralel vertikal. Sistem kandang ini memungkinkan budidaya ayam, maggot, dan ikan dilakukan dalam satu rangkaian.

Konsep tersebut juga menciptakan hubungan saling menguntungkan antar komponen. Maggot yang dibudidayakan dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan protein bagi ayam maupun ikan.

Untuk kebutuhan budidaya maggot, pemerintah daerah juga telah bekerja sama dengan program MBG setempat dalam penyediaan limbah organik sebagai bahan pakan.

Melalui sistem tersebut, satu kandang diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 15 butir telur setiap hari. Telur yang dihasilkan memiliki kandungan gizi tinggi karena ayam diberi pakan organik yang diperkaya maggot.

“Telur yang dihasilkan kaya protein, omega 3, dan DHA karena proses pemeliharaannya menggunakan pakan organik yang sehat,” kata Yanti.

Sebagian hasil produksi telur akan dimanfaatkan langsung oleh keluarga penerima program. Sekitar lima butir telur dapat dikonsumsi setiap hari sebagai sumber gizi bagi ibu hamil maupun balita.

Sementara sisanya bisa dijual untuk menambah penghasilan keluarga.

Selain bantuan sarana budidaya, pemerintah daerah juga menyiapkan tenaga pendamping. Mereka bertugas memberikan bimbingan teknis kepada keluarga penerima manfaat mulai dari perawatan ayam, budidaya maggot, hingga pengelolaan hasil produksi.

Melalui konsep budidaya terpadu tersebut, program Pesta Telur diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi keluarga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Tasikmalaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *