News

Mahasiswa Gelar Reboisasi, Wabup Tasikmalaya Apresiasi Jambore Penanaman Pohon di Galunggung

85
×

Mahasiswa Gelar Reboisasi, Wabup Tasikmalaya Apresiasi Jambore Penanaman Pohon di Galunggung

Sebarkan artikel ini

KAB.TASIK (CM) – Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi mengapresiasi inisiatif Serikat Mahasiswa Priangan Timur (SEMARAK Priatim) yang menggelar Jambore Penanaman Pohon di kawasan Objek Wisata Citiis, Gunung Galunggung, Kecamatan Padakembang, Selasa 10 Februari 2026.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya maraknya alih fungsi lahan dan keberadaan bekas tambang galian C yang membutuhkan pemulihan ekosistem.

“Ini langkah konkret merespons kondisi objektif di Kabupaten Tasikmalaya, di mana alih fungsi lahan dan bekas tambang masih menjadi persoalan serius. Karena itu kami bersama mahasiswa berkomitmen melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari reboisasi,” ujar Asep di sela kegiatan.

Menurutnya, gerakan penghijauan tersebut sejalan dengan program unggulan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bertajuk “Tasik Hejo” yang fokus pada pelestarian lingkungan dan pencegahan bencana ekologis.

Asep menegaskan, menjaga kelestarian alam menjadi tanggung jawab bersama. Ia mengingatkan pentingnya menanam pohon hari ini demi keberlangsungan generasi mendatang.

“Kita tanam sekarang agar anak cucu kita tetap bisa menikmati udara segar dan keindahan alam Galunggung,” tegasnya.

Ia menyebut kawasan Galunggung memiliki peran strategis sebagai penyangga ekosistem dan penghasil oksigen. Bahkan, menurutnya, potensi lingkungan tersebut ke depan bisa memiliki nilai ekonomi melalui skema kredit karbon.

“Wilayah yang mampu menjaga sumber oksigen akan memiliki nilai lebih, bahkan dalam konteks global,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Asep juga mengingatkan pentingnya perawatan pohon setelah ditanam. Ia menekankan bahwa kegiatan penghijauan tidak boleh berhenti pada seremoni semata.

“Jangan hanya menanam. Pohon harus dirawat, dipupuk, dan dijaga. Filosofinya seperti kehidupan, dari ditanam, tumbuh, lalu memberi manfaat,” ujarnya.

Ia pun mendorong penanaman jenis pohon yang memiliki fungsi ekologis kuat, terutama di daerah rawan bencana dan bantaran sungai, seperti picung, mahoni, dan kawung.

“Kawung misalnya, tidak boleh ditebang karena mampu menyimpan air dan menahan tanah. Dengan pohon yang tepat, risiko bencana akibat kerusakan alam bisa ditekan,” jelasnya.

Asep mengaku bangga atas peran aktif mahasiswa dalam menjaga lingkungan. Ia berharap gerakan serupa dapat melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Kita perlu melibatkan generasi muda agar gerakan ini berkelanjutan,” katanya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus bersinergi menjaga kelestarian alam Tasikmalaya agar tetap hijau dan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada mahasiswa. Mari kita jaga hutan dan rawat alam demi masa depan Tasikmalaya yang lestari,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *