Tasikmalaya

Waspadai Makanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

82
×

Waspadai Makanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

Sebarkan artikel ini
Waspadai Makanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON) – Menjalani ibadah di bulan Ramadan ini, seluruh kaum muslimin harus ekstra waspada pada berbagai asupan makanan. Perlu memastikan bahwa makanan itu halal dan thayyib.

Kabid P2KL Pengendalian Penyakit dan Pengendalian Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Didin Fitriyadi mengatakan, berdasarkan data hasil pengawasan pihaknya, makanan bermasalah ini cukup banyak.

“Hasil pantauan kami sebelum Ramadan, sekitar bulan Maret sampai bulan Mei kami bersama tim keamanan pangan telah melakukan pemeriksaan secara Rapidtes atau pemeriksaan cepat, kepada 268 pedagang binaan yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya,” bebernya, kepada CAMEON, Rabu (8/6/2016).

Hasil pemeriksaan kepada 268 pedagang jajanan atau siap saji itu, terdapat 15 sampel atau 6% yang mengandung bahan tambahan yang tidak di peruntukan untuk makanan seperti borak pormalin, Rodamin B , dan metanol yellow.

Saat ini yang perlu diwaspadai, katanya, makanan yang sudah jelas mengandung bahan berbahaya seperti kerupuk panjang. Jenis makanan ini, kata dia, positif mengandung borak.

Ada juga jenis makanan seprong ping, positip mengandung zat perwarna berbahaya Rodamin B. Usus goreng mengandung pormalin, mi goreng mengandung pormalin, Jely setik positif mengandung Rodamin B, Roti merek Tiara mengandung pormalin, mie basah mengandung pormalin.

“Tetapi jangan kuatir, kami akan terus menerus melakukan pembinaan kepada seluruh para pedagang. Sampai mereka tidak melakukan perbuatan yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Dalam waktu dekat ini, pihaknya akan melakukan pengawasan pada makanan takjil. Hal ini secara teknisnya akan di lakukan dan di serahkan ke masing-masing Puskesmas di wilayahnya masing-masing.

“Kami berharap di bulan Ramadan ini khususnya untuk masyarakat harus pandai-pandai memilih makanan yang bebasa dari bahan pengawet atau bahan berbahaya yang mengandung zat pengawet,” katanya

Di tempat terpisah, Kepala Puskesmas Panglayungan Ika Susuilawati menanggapi serius program Didin. Katanya, memeriksa makanan untuk takjil sangat penting bagi masyarakat.

“Itu sangat bagus dan penting. Apalagi sekarang ini di bulan Ramadan, perlu adanya peningkatan pengawasan terutama pada jajanan takjil. Kami sangat mendukung dan mengapresiasi karena ini harus pak demi kebaikan masyarakat,” serunya. cakrawalamedia.co.id (Edi Mulyana)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *