Jawa Barat

Terapkan Nilai-nilai Agama Kepada Anak

122
×

Terapkan Nilai-nilai Agama Kepada Anak

Sebarkan artikel ini
Terapkan Nilai-Nilai Agama Kepada Anak

BANDUNG, (CAMEON) – TKQ Almanar mengajak anak-anak didiknya untuk mau belajar tentang dunia keislaman lebih mendalam yang tentunya dengan cara yang mengasyikan.

Untuk mencetak generasi bangsa yang Islami, berkarakter, dan memiliki rasa tanggungjawab, sejatinya hal ini harus ditanamkan kepada anak-anak, agar mereka belajar dan memiliki pemahaman sedini mungkin.

Sebagai sekolah yang lebih mengedepankan keagamaan, TK Quran (TKQ) Al-Manar mencoba untuk memberikan pemahaman tentang ilmu agama, mulai dari membaca Iqra, belajar salat, dan lainnya.

Tempatnya berada di pusat Kota Bandung, TKQ Al-Manar yang didirikan pada 2014 lalu hadir untuk memberikan pemahaman utamanya kepada anak-anak untuk mau mengenal tentang dunia keislaman.

Dalam satu pekan, siswa-siswi TKQ Al-Manar akan melaksanakan proses pembelajaran selama lima hari. Selama proses belajar berlangsung, anak-anak ini akan belajar mengenal berbagai macam hal tentang keislaman yang mungkin saja belum pernah mereka ketahui sebelumnya.

Kendati proses belajarnya tidak begitu lama, hanya berlangsung selama dua jam, namun hal ini dinilai cukup efektif dan kondusif.

Sekolah yang memiliki jumlah siswa yang tidak sedikit ini memiliki visi untuk membentuk generasi qurani dan berkarakter, dan misinya adalah, anak bisa mengenal akhlak mulia sesuai dengan kaidah yang ada di Alquran, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki empati, dan menyebarkan nilai kebaikan, baik untuk dirinya, orangtua dan lingkungan sekitarnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, TKQ Al-Manar, Yanti Suryanti mengatakan, sekolah yang berpusat di jalan Puter Kota Bandung ini memiliki kelebihan dibandingkan dengan sekolah TK lainnya. Di TKQ ini, anak-anak didiknya akan belajar lebih mendalam tentang agama. Misalnya, belajar sejarah Islam, salat, Iqra, hafalan, balajar bahasa Arab, praktek salat dan lainnya.

“Intinya lebih ke nilai-nilai agama yang kita tekankan kepada anak-anak itu. Usia anak-anak ini mulai dari empat sampai enam tahun, tahun ini jumlah siswanya ada 38 siswa,” kata Yanti.

Sebagai seorang pendidik, Yanti menilai, sejauh ini ketertarikan anak-anak dalam membaca al-Quran masih terbilang rendah. Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat mengapa anak tidak mau belajar al-Quran diantaranya, orangtua tidak mempedulikan anaknya untuk belajar al-Quran, tidak diberikan motivasi, dukungan dan lainnya.

Untuk menarik minat anak agar mereka mau belajar al-Quran harus dilakukan beberapa cara, salah satunya adalah dengan mengikuti apa yang mereka mau. Artinya, di sini peran sebagai seorang pendidik harus mengikuti dunia anak-anak, sehingga mereka tertarik untuk mengikuti pembelajarannya tersebut.

“Dunia TK itu dunia anak-anak, saat bermain, kita memberikan edukasi, kita bermain sambil belajar. Anak-anak di sini lebih tertarik dengan belajar alquran, karena metode yang kita sampaikan mengikuti keinginan anak,” paparnya.

Model pembelajaran yang diberikan oleh TKQ Al-Manar ialah, pihaknya memberikan pembelajaran komunikatif dua arah. Selain itu, belajarnya pun tidak hanya di kelas, tapi mereka kerap meluangkan waktunya untuk belajar sambil bermain di luar kelas.

“Bermain sambil belajar, dengan metode seperti itu anak-anak tertarik, kalau kita belajar di outdoor lebih mengajak anak-anak agar memiliki jiwa sosial, empaty, tanggungjawab, kemandirian, dan lainnya. Kalau di indoor mereka berani enggak untuk menyampaikan pendapatnya dan lainnya,” paparnya.

Diakuinya, selama proses pembelajaran, yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi seorang guru adalah, menerapkan jiwa kedisiplinan terhadap anak-anak, selain itu kendala lainnya yakni keinginan untuk menyampaikan keinginan anak-anak. “Kendalanya hanya itu saja kalau dari anak-anak,” singkatnya.

Dia berharap, keberadaan TKQ Al-Manar ini bisa menjadi wadah yang positif bagi anak-anak seusia TK untuk mau belajar mengenal tentang dunia keislaman. Selain itu, ilmu-ilmu yang diberikan kepada siswa ini bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat.

“Saya berharap, semoga dari sejak dini anak tertarik ke masjid, semakin dia dewasa, semakin mau ke masjid, keterikatan dia ke masjid semakin kuat. Dengan adanya pendidikan di masjid, anak lebih bisa memahami dirinya dan menyebarkan kebaikan kepada masyarakat,” tambahnya. cakrawalamedia.co.id (kky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *