Jawa Barat

SD Gegerkalong Girang Masih Butuhkan Lima Helper untuk ABK

142
×

SD Gegerkalong Girang Masih Butuhkan Lima Helper untuk ABK

Sebarkan artikel ini
SD Gegerkalong Girang Masih Butuhkan Lima Helper untuk ABK

BANDUNG, (CAMEON) – Sebanyak 15 helper disiapkan untuk membantu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Gegerkalong Girang. Akan tetepi, jumlah tersebut masih dianggap kurang jika dibandingkan dengan jumlah ABK yang ada.

Tercatat, di SD Gegerkalong Girang terdapat 26 orang ABK. Menurut kepala sekolah SD Gegerkalong Girang Entin Sumiati mengatakan, untuk kebutuhan helper masih dibutuhkan lima orang lagi.

BACA : SD Gegerkalong Buka Ruang untuk ABK

“Sehingga ditotal 20 helper orang untuk mengurusi ABK di SD Gegerkalong Girang,” jelas Entin kepada wartawan, Minggu (15/1/2017).

pada awal pendirian sekolah inklusif sangat banyak tantangan. Terutama pada orangtua murid yang tidak menginginkan anaknya bergaul dengan ABK.

”Dulu saya bilang bagaimana jika hal itu (ABK, Red) menjadi anak anda. Lalu, tidak ada yang mau menerima di sekolah? Bagaimana perasaan ibu dan bapak,” katanya.

Diakui olehnya, sosialiasi sekolah Inklusif ini sangat sulit. SD Inklusif tidak berbeda dengan sekolah lainnya. Akan tetapi, menerima ABK untuk bersekolah.

Kemudian, pihaknya memperlihatkan berbagai prestasi yang diraih oleh sekolah. Diakui olehnya, setelah menerima ABK bersekolah, prestasi sekolah semakin meningkat. Bahkan, tercatat sebanyak 26 orang ABK bersekolah di SD Gegerkalong Girang.

Saat ini sekolah tersebut memiliki ruang khusus untuk mengajarkan ABK. Ruangan tersebut digunakan pada jam-jam tertentu saja. Masing-masing anak akan dapat pengajaran di ruangan tersebut tiga kali dalam seminggu. Tentunya, pengajaran didampingi oleh guru wali kelas dan guru khusus.

”Anak-anak yang bersekolah itu tidak bukan anak-anak di sekitar Gegerkalong. Melainkan dari luar daerah,” ucapnya.

Semetara itu, salah satu Helper Siti Hadiati mengaku awal mengajar cukup kesulitan mengajar ABK. Karakter ABK cukup beragam. “Seiring dengan perkembangan waktu, memahami ABK sangat menyenangkan,” ungkapnya.

Terkait ruang dan fasilitas untuk ABK, saat ini sudah memadai. Para ABK memdapatkan reatmen dalam seminggu bisa tiga hari. Masing-masing akan mendapatkan mengajaran yang berbeda. Sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

“Anak-anak kebanyakan dilatih motoriknya,” pungkasnya. (Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *