Tasikmalaya

Satpol PP – Dishub Tertibkan Parkir dan PKL Liar

101
×

Satpol PP – Dishub Tertibkan Parkir dan PKL Liar

Sebarkan artikel ini
Satpol Dan Dishub Tertibkan Parkir dan PKL liar
foto by deadz71

TASIKMALAYA, (CAMEON) – Petugas gabungan dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kab Tasikmalaya, menertibkan sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di sepanjang Jalan Raya Singaparna, Rabu (1/6/2016).

Aksi petugas yang tiba-tiba ini mengagetkan para pedagang yang kerap mangkal di trotoar jalan. Pun para pengemudi ‘nakal’ yang kerap parkir sembarangan.Beberapa diantara mereka berusaha lari dari kejaran petugas.

Untunglah petugas yang jumlahnya puluhan itu bergerak cepat. Sejumlah kendaraan roda 2 dan grobak PKL berhasil diamankan petugas. Bahkan sebuah kendaraan plat merah pun tak luput dari sasaran operasi petugas.

Kasi Ops Satuan Polisi Pamong Praja Kab Tasikmalaya, Dadang Tabrani, yang memimpin operasi penertiban ini menjelaskan, operasi penegakan peraturan daerah ini bertujuan untuk membersihan trotoar dari para pedagang kaki lima dan kendaraan bermotor yang menyita lahan pejalan kaki.

“Kita akan tertibkan terus agar pejalan kaki bisa menggunakan haknya berjalan di trotoar, ini akan terus kita intensifkan besama-sama dengan UPTD parkir Dishub secara bertahap. Kalau mereka melanggar lagi, ya kita tindak sesuai peraturan,” tegasnya saat ditemui CAMEON, seusai operasi, Rabu (1/6).

Pihaknya memantau, ternyata tidak sedikit PKL yang masih nekat berjualan di trotoar jalan. Para pedagang berdalih, mereka berjualan karena sudah membayar uang kebersihan dan uang keamanan kepada oknum petugas Trantib.

“Meski demikian, mereka (para pedagang PKL) siap jika suatu saat petugas akan menggaruk dan merelokasi,” imbuhnya.

Menanggapi sebagian PKL yang nekat berjualan di trotoar di sepanjang Jalan Raya Singaparna ini, Kepala satuan Pol PP Kab Tasikmalaya, Imam Ghozali mengatakan, pihaknya masih bisa memberikan toleransi kepada para Pedagang ini.

Disamping itu, pihaknya juga mengakui perlu ada solusi lain agar para pedagang ini tetap bisa mencari nafkah tanpa melanggar Perda. “Sambil mencari solusi relokasi yang tepat untuk pemindahannya,” ujarnya.

Kondisi seperti ini diakuinya ada yang salah, yakni penataan awal bagi para PKL. Liarnya pedagang berimbas pula pada semrawutnya penataan parkir. Sementara setelah mereka berjualan malah menjadi rumit masalahnya.

“Coba anda lihat semrawutnya perparkiran dan PKL yang ada. Sementara kita diminta menertibkan. Cukup rumit bagi kami, tapi kami berikan toleransi lah, kalau dalam agama islam ya di rukhsoh lah,” ujar Imam. cakrawalamedia.co.id (dzm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *