News

Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu, Menjaga Kearifan Tradisional Jawa di Tengah Semangat Belajar Generasi Muda

221
×

Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu, Menjaga Kearifan Tradisional Jawa di Tengah Semangat Belajar Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Anak Anak Sedang Belajar Kesenian Tari Tradisional maupun karya karya baru Tradisional Jawa Di Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu Cilacap (BG,CakrawalaMedia)

CILACAP (CM) – Di Cilacap, Jawa Tengah, Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu menjadi tempat yang sangat berarti untuk mempelajari berbagai jenis seni tari berbasis tradisional Jawa, serta karya-karya baru dalam seni tradisional Jawa, termasuk alat musik gamelan. Keberadaannya telah memberikan semangat yang luar biasa, dengan setiap sore dan hari libur dijadikan sebagai waktu pelatihan dan pembelajaran kesenian tradisional.

Pada hari Sabtu, tanggal 20 Januari 2024, Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu menjadi tempat berkumpul puluhan anak-anak dan remaja, didampingi oleh orang tua mereka, yang sangat antusias untuk mempelajari berbagai jenis seni tari Jawa dan tari modern. Mereka mendapat bimbingan langsung dari para ahli di bidangnya. Tidak hanya kalangan muda, namun juga banyak orang dewasa dan generasi tua yang turut serta, baik untuk menari maupun sekadar menyalurkan hobi.

Rumah Budaya ini berlokasi di Jalan Argosunyo Timur, Kampung Lengkong, Kelurahan Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Meskipun terbatas dalam sarana dan prasarana, mereka gigih berupaya agar seni tradisional, khususnya seni tari dan gamelan Jawa, tetap lestari dan diminati oleh anak-anak, remaja, dan generasi muda.

Penamaan “Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu” memiliki makna khusus. Istilah “Padompokan” diambil dari kata “Dompok,” yang artinya “ngobrol” dalam bahasa Banyumas. Sedangkan “Kelapa Pitu” merujuk pada ikon di tempat tersebut, yaitu tujuh pohon kelapa. Bambang, pendiri Rumah Budaya, menjelaskan bahwa ikon tersebut dijadikan sebagai identitas Rumah Budaya Padompokan Kelapa Pitu.

“Sejak berdiri pada tahun 2017, kami berkomitmen untuk secara aktif menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur, agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa penting bagi semua orang untuk belajar seni tradisional, karena terdapat banyak nilai-nilai yang dapat diambil untuk membentuk karakter ke depannya. Harapannya adalah agar seni tradisional ini tidak punah dan karakter anak bangsa serta negara tetap terjaga.(BG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *