Tasikmalaya

Politik Pasif Pelajar dan Mahasiswa

67
×

Politik Pasif Pelajar dan Mahasiswa

Sebarkan artikel ini
Politik Pasif Pelajar dan Mahasiswa

KOTA TASIKMALAYA, (CAMEON) – Pendidikan budaya serta etika politik bagi pelajar dan mahasiswa sebagai pemilih pemula dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sangat mengkhawatirkan. Alhasil, keikutsertaannya dalam berpolitik bersifat pasif. Hanya menyoblos saja. Acuh tak acuh. Tidak mau terlibat aktif dalam perpolitikan.

“Penyebabnya, pemikiran untuk berpolitik di dalam jiwanya sangat rendah, atau para pemangku kepentingan politik tidak mau terbuka. Sehingga keinginan perubahan untuk maju sangat kecil.  Situasinya tidak bertambah baik dan ini akibat dari pada dampak itu semua,” ujar Dr. Antar Venus, M,A.Com, saat menjadi pembicara dalam acara bertema “Peningkatan Pendidikan Politik Bagi Pelajar dan Mahasiswa di Jawa Barat,” di Hotel City, Kota Tasikmalaya, Rabu, 25 Mei 2016.

Menurutnya, sebagai masyarakat akademis. Pelajar dan mahasiswa harus bisa berpolitik secara aktif. Sesuai dengan anggapan masyarakat. Bukan hanya menyoblos, melainkan tahu dan paham atas pilihannya yang berdasarkan pertimbangan sehingga memiliki misi perubahan dan ikut serta dalam mengawal serta mengubah Kota Tasikmalaya. Dengan begitu, mentalitas serta kreatifitas akan tumbuh. Sehingga, Kota Tasikmalaya bisa menjadi kota maju, melalui berbagai bidang budaya, ekonomi, dan politiknya.

“Masyarakat menilai bahwa mahasiswa memiliki wawasan politik yang cukup tinggi. Padahal tidak semua mahasiswa pandai atau memahami politik. Hanya kalangan mahasiswa  yang menjadi aktivis saja yang paham politik. Saat ini, yang mereka lakukan hanya berpolitik  pasif. Sesungguhnya tidak mengikuti perkembangan politik. Saya kira masih jauh,” ungkap Dr. Antar Venus.

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Digpol Kesbangpol Kota Tasikmalaya, Mia Wastuti, menambahkan, kegiatan tersebut berkaitan dengan momentum Pilkada Tahun 2017. “Para pemilih pemula di kalangan pelajar bisa meningkat kesadaran politiknya sehingga angka golputnya berkurang. Sebagian besar mereka belum paham bagaimana cara memilih. Tahunya hanya memilih, sementara untuk menentukan kriteria yang harus dipilih mereka belum memahami,” tuturnya. cakrawalamedia.co.id (Edi Mulyana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *