Kota Cimahi

Minimalisir Bencana, BPBD Kota Cimahi Gelar Sosialisasi Bagi Masyarakat

97
×

Minimalisir Bencana, BPBD Kota Cimahi Gelar Sosialisasi Bagi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Minimalisir Bencana, BPBD Kota Cimahi Gelar Sosialisasi Bagi Masyarakat

CIMAHI, (CAMEON) – Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi mengungkapkan beberapa wilayah di Cimahi yang berpotensi terkena musibah bencana alam.

Kepala BPBD Kota Cimahi, Dani Bastiani mengatakan, meski Kota Cimahi memiliki luas yang terbatas, tapi masih ada beberapa wilayah yang dimungkinkan terkena bencana.

“Wilayah utara sebagian besar bukit atau tebing, kemungkinan besar longsor atau gerakan tanah. Kalau selatan justru cekungan (potensi banjir),” katanya saat ditemui disela-sela sosialisasi pengelolaan sungai untuk aparatur dan masyarakat di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, Kamis (8/9/2016).

Perihal sosialisasi, kata Dani, merupakan salah satu upaya dari BPBD Kota Cimahi dalam meminimalisir terjadinya bencana.

“Ini salah satu upaya kita bagaimana meminimalisir jangan sampai terjadi bencana ke depan,” imbuhnya.

Dalam sosialisasi tersebut, turut hadir Wakil Wali Kota Cimahi, Sudiarto yang sekaligus membuka acara. Selain itu, puluhan masyarakat serta unsur aparatur terkait juga hadir dalam sosialisasi yang diinisiasi oleh BPBD Kota Cimahi tersebut.

Seusai membuka acara, Sudiarto menyampaikan, sebagai aparatur pemerintahan kota yang diberikan mandat oleh rakyat, sudah seharusnya pihaknya berupaya maksimal untuk meminimalisir bencana.

“Tentunya dengan sosialisasi seperti ini memberi pengetahuan pada masyarakat bagaimana perilaku, bagaimana mencegahnya jika terjadi sesuatu,” imbuhnya.

Dikatakannya, meski Kota Cimahi memiliki luas wilayah yang kecil, namun tetap saja memiliki potensi bencana alam.

Kota Cimahi merupakan salah satu daerah yang termasuk rawan bencana alam seperti longsor, banjir dan gempa bumi.

“Bahkan, menjadi salah satu kota yang memiliki tingkat risiko bencana yang cukup tinggi berdasarkan Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI) 2013 dengan skala kerawanan sedang,” beber Sudiarto.

Untuk itu, lanjut dia, hal tersebut harus menjadi perhatian bersama agar penanggulangan bencana di Cimahi tidak hanya sekedar penanggulangan darurat saat kejadian bencana.

“Namun, bagaimana upaya pengurangan risiko dapat menjadi panduan dalam menekan angka kejadian alam maupun non alam secara tepat sasaran,” imbuhnya. cakrawalamedia.co.id (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *