Kota Cimahi

Masih Terdapat Tujuh MTs yang Ujian Nasional Tertulis

45
×

Masih Terdapat Tujuh MTs yang Ujian Nasional Tertulis

Sebarkan artikel ini
Masih Terdapat Tujuh MTs yang Ujian Nasional Tertulis

CIMAHI, (CAMEON)-Berjalan lancarnya Ujian Nasional (UN) tingkat SMK mendapatkan perhatian dari Dinas Pendidikan Kota Cimahi. Sebab, pada UN kali ini akan dijadikan rujukan pelaksaan UN pada tingkat SMP.

Tercatat, dari 54 sekolah hanya tujuh sekolah yang masih menggunakan UN tertulis. Sisanya, melaksanakan UN Berbasis Komputer (UNBK). Menurut Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Cimahi Nana Suyatna, untuk kelaksaan UNBK secara mandiri hanya 14 sekolah.

Sisanya melaksanakan UNBK dengan berbagai kerjasama dengan pihak SMA/SMK. “Hal tersebut disebabkan karena berbagai fasilitas yang kurang memadai,” ungkap Nana kepada CAMEON ditemui di kantornya, Selasa (4/4/2017).

Jika pemberitahuan UN pada pertengahan tahun, pihakanya akan menyediakan sejumlah fasilitas. Terutama dalam pengadaan komputer. Untuk tahun ini, lanjut dia, pemerintah bertugas mengecek persiapan.

“Satu minggu sebelum pelaksanaan kami akan melakukan rakor dengan PT Telkom dan PLN. Sebelum pelaksaan komputer pada 2 hingga 8 Mei, memdatang. Hal ini dilakukan dengan harapan pelaksaan UNBK bisa berjalan lancar,” ungkapnya.

Namun, ditinjau dari simulasi UNBK semua pelaksaan terbilang lancar. Tercatat, Dinas Pendidikan Kota Cimahi sudah melaksanakan simulasi sebanyak dua kali.

Terlebih pemberitahuan dari Kementerian Pendidikan untuk pelaksaan UNBK cukup mendadak. Di mana pada tahun sebelumnya malah melontarkan UN akan dihapuskan.

Lebih jauh, terkait nilai UNBK yang diangggap kecil pada tahun lalu di Kota Bandung, tidak akan membuat dirinta khawatir. Pihaknya tetap optimis para siswa akan bisa mengisi soal tersebut.

“Hari ini anak-anak kelahiran milenia sudah sering bersentuhan dengan teknologi. Hal tersebut akan mempermudah untuk mengerjakan soal,” ungkapnya.

Walaupun begitu, pihaknya malah khawatir kepada sebagaian guru yang masih belum menyesuaikan diri dengan teknologi. “Kita akan fokus ada psikologi dari peserta didik saja,” pungkasnya. (Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *