News

Lumiland Tak Sekadar Hiburan, Pemkot Tasikmalaya Dorong Ekonomi Lewat Tasik PELAK

38
×

Lumiland Tak Sekadar Hiburan, Pemkot Tasikmalaya Dorong Ekonomi Lewat Tasik PELAK

Sebarkan artikel ini

KOTA TASIK (CM) – Festival lampu Lumiland di Taman Dadaha, Kota Tasikmalaya, tak sekadar menawarkan hiburan malam. Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap atraksi lima juta lampu LED itu mampu menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), membuka peluang kerja, serta meningkatkan pendapatan warga.

Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan membuka festival tersebut pada Jumat malam, 9 Oktober 2026.

Lumiland menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya yang berlangsung hingga 15 November 2026.

Viman mengatakan festival itu diharapkan mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi. Selain pedagang dan pelaku usaha kuliner, sektor parkir dan jasa lainnya berpeluang memperoleh tambahan pendapatan seiring meningkatnya jumlah pengunjung.

“Dengan adanya festival lampu Lumiland ini dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat, mulai dari UMKM yang berjualan di sekitar, sektor parkir, dan lainnya. Ini momentum untuk kebahagiaan bersama dan ekonomi bersama,” kata Viman.

Pemerintah kota mengaitkan penyelenggaraan Lumiland dengan program Tasik PELAK atau Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Kewilayahan. Program ini menitikberatkan pemberdayaan ekonomi lokal, penguatan UMKM, pengembangan pariwisata, dan penciptaan lapangan kerja.

Kawasan Dadaha dinilai memiliki potensi untuk menopang aktivitas ekonomi selama festival berlangsung. Namun, besarnya manfaat bagi masyarakat akan bergantung pada sejauh mana pelaku usaha lokal dapat mengambil bagian dalam meningkatnya aktivitas pengunjung.

Komisaris PT Lumiland, Eko Ardi Nugraha, mengatakan festival berlangsung selama 38 hari, mulai 9 Oktober hingga 15 November 2026. Atraksi cahaya tersebut menempati area sekitar satu hektare dengan sembilan tema, antara lain planet luar angkasa, dunia binatang, ubur-ubur, dan lorong cinta.

Penyelenggara mematok tiket masuk Rp 35 ribu untuk dewasa dan Rp 25 ribu untuk anak-anak. Anak berusia di bawah tiga tahun tidak dikenai biaya masuk.

Lumiland juga menyiapkan 50 ribu tiket gratis bagi siswa sekolah dasar kelas satu hingga kelas enam. Tiket akan didistribusikan ke sekolah-sekolah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mulai Senin, 12 Oktober 2026.

Selain pelajar, guru PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA serta guru mengaji dapat menikmati fasilitas masuk gratis dengan menunjukkan identitas yang berlaku di loket. Menurut Eko, pemberian tiket gratis bagi guru merupakan inisiatif Viman sebagai bentuk apresiasi terhadap tenaga pendidik.

Dari sisi operasional, festival ini membutuhkan daya listrik sekitar 30 ribu watt. Penyelenggara bekerja sama dengan PLN Kota Tasikmalaya dan UPTD Dadaha serta menyediakan generator set sebagai sumber listrik cadangan. Instalasi lampu disebut dirancang untuk penggunaan luar ruangan dengan perlindungan terhadap air dan menggunakan arus searah atau DC.

Pihak Lumiland menargetkan 90 ribu hingga 100 ribu pengunjung selama festival. Target tersebut mengacu pada penyelenggaraan Lumiland di Kota Kediri yang diklaim menarik sekitar 80 ribu pengunjung.

Jika target itu tercapai, tingginya arus kunjungan berpotensi meningkatkan transaksi perdagangan, memperluas pemasaran produk UMKM, dan mendongkrak permintaan jasa pendukung di sekitar Dadaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *