News

Kenapa Muhammadiyah dan Arab Saudi Menetapkan Awal Puasa Ramadan pada Tanggal yang Sama

218
×

Kenapa Muhammadiyah dan Arab Saudi Menetapkan Awal Puasa Ramadan pada Tanggal yang Sama

Sebarkan artikel ini

(CM) – Ternyata, ada alasan di balik kesamaan dalam penetapan awal puasa Ramadan versi Muhammadiyah dan Arab Saudi pada Senin, 11 Maret 2024.

Muhammadiyah telah memulai pelaksanaan puasa Ramadan pada hari tersebut, berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang diikuti oleh Majelis Tarjih dan Tajdid di Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pemilihan tanggal ini ternyata sejalan dengan keputusan pemerintah Arab Saudi yang secara resmi menetapkan 1 Ramadan pada 11 Maret 2024. Penetapan ini dilakukan melalui penampakan hilal yang diamati oleh para astronom dari Departemen Observatorium Astronomi Universitas Majmaah di Riyadh, dipimpin oleh astronom terkemuka Saudi, Abdullah Al-Khudairi, di Sudair.

Kesamaan ini bisa dijelaskan oleh fakta bahwa Muhammadiyah dan Arab Saudi memiliki pandangan serupa terkait nash (dalil) dan metode pengambilan hukumnya (istinbath). Kedua lembaga menggunakan perhitungan yang mirip dalam menentukan awal Ramadan. Arab Saudi menggunakan sistem Arab Union for Astronomy and Space Sciences (AUASS), sementara Muhammadiyah mengadopsi pendekatan hisab hakiki wujudul hilal yang didasarkan pada posisi geometris matahari, bumi, dan bulan.

Meskipun dengan bahasa dan istilah yang berbeda, namun kesamaan pendekatan dalam perhitungan ini menjelaskan alasan di balik keselarasan tanggal awal puasa Ramadan versi Muhammadiyah dan Arab Saudi. Di samping itu, pemerintah Indonesia juga memiliki kriteria tetap yang mengacu pada kesepakatan Menteri Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) 2021 dalam menentukan awal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 2024. Sistem ini telah diterapkan di Indonesia sejak tahun 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *