Kota Cimahi

Kelola Pemudik, PO Budiman Cimahi Diminta Profesional

99
×

Kelola Pemudik, PO Budiman Cimahi Diminta Profesional

Sebarkan artikel ini
Kelola Pemudik, PO Budiman Cimahi Diminta Profesional

CIMAHI, (CAMEON) – PO bus Budiman jurusan Tasikmalaya-Cimahi dinilai puluhan pemudik tidak profesional. Bahkan, pengelolaan penumpang selama ini dinilai mengalir seadanya asal-asalan.

Pantauan CAMEON di lapangan, Minggu (3/7/2016), PO Bus Budiman yang dipusatkan di Cimahi Mall ini semrawut. Sekitar seratus orang berkumpul di pool bayangan ini sejak subuh.

Sayangnya, bus yang mengangkut penumpang menuju Tasikmalaya ini terbatas jumlahnya. Hingga sekitar pukul 10, bus ini baru memberangkatkan 2 unit yang bermuatan sekitar 50 orang.

Ironisnya, penumpang yang akan naik tidak diatur dengan baik. Penumpang baru membayar tiket setelah berada di dalam bus. Kesimpulannya, kalau mau dapat tiket ya harus sigap masuk bus.

Kekisruhan itu berlangsung saat bus datang. Ratusan orang berdesakan di pintu bus. Bahkan, anak kecil dan manula terlihat terinjak-injak.

Saling sikut dan injak penumpang lain saat akan masuk bus terjadi. Tidak ada satu pun petugas di sana. Adapun sopir sibuk memegang kendali dan sang kondektur mengatur bagasi bus.

Petugas Budiman lain tidak ada yang berjaga. Preman setempat terlihat sibuk pula. Malah, beberapa saat sebelum bus datang, sempat terjadi percekcokan yang berujung hampir perkelahian antara pengelola Budiman dengan preman.

Dengan Motto siapa cepat dia dapat, penumpang yang datang pagi-pagi tidak mendapatkan jaminan dapat kursi duduk. Sebaliknya, siapa pemudik yang cerdas, berpostur besar dan bisa menyikut yang lain Insya Allah dapat.

“Anak saya kegencet. Nangis terus. Kursi juga tidak dapat,” kesal Nurjanah (35) warga Cisayong Tasikmalaya, Minggu (3/7).

Nurjanah yang tinggal di kawasan Cipageran Kota Cimahi ini kecewa. Setelah menunggu sejak jam 5 subuh, kursi bus yang dia harapkan malah disalip orang-orang berbadan kekar.

“Yah susah. Bawa anak, bawa tas. Hanya yang badannya gede aja yang bisa masuk dapat kursi,” katanya.

Siti Jaenab (40), pemudik lainnya asal Ciawi Tasikmalaya mengeluhkan hal yang sama. Bahkan, dia mengaku kecewa dengan oknum calo yang memasang tarif Rp 10.000 perkursi.

“Ongkos biasanya Rp 45 ribu. Sekarang Rp 65 ribu. Pake calo tambah Rp 10 ribu. Tapi ada yang sudah bayar ke calo tetap nggak kebagian tempat duduk,” ujarnya.

Saat berita ini ditulis, CAMEON belum berhasil melakukan konfirmasi kepada pengelola PO Budiman Cimahi-Tasikmalaya. Sepanjang Minggu siang, pengelola sibuk tak bisa diganggu. cakrawalamedia.co.id (Ginan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *