Kota Cimahi

Imbauan dan Tips Dinkes Cimahi Bagi Para Calon Jemaah Haji

63
×

Imbauan dan Tips Dinkes Cimahi Bagi Para Calon Jemaah Haji

Sebarkan artikel ini
Imbauan dan Tips Dinkes Cimahi Bagi Para Calon Jemaah Haji

CIMAHI, (CAMEON) – Para jemaah haji Indonesia, termasuk dari Kota Cimahi yang akan menunaikan ibadah haji sepertinya akan dihadapkan pada suhu ekstrim tanah suci.

Pasalnya, musim penyelenggaraan haji tahun ini bertepatan dengan musim panas yang mencapai suhu 50 derajat celsius. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan heat stroke.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Ars Agustiningsih menjelaskan, heat stroke akan menyebabkan fungsi tubuh tidak berjalan baik, bisa mengakibatkan syok, kerusakan otak bahkan kematian.

Heat stroke adalah kondisi suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius yang disebabkan oleh kenaikan suhu lingkungan atau aktifitas yang dapat meningkatkan suhu tubuh,” jelasnya, Rabu (10/8/2016).

Menurut dia, orang yang terkena dampak heat stroke akan mengalami gejala seperti panas badan mencapai 40 derajat celcius, pusing, sakit kepala, mual, kram otot dan bisa kejang-kejang.

“Jika terkena heat stroke akan mengakibatkan syok, kerusakan otak dan kematian,” terangnya.

Untuk itu, dia mengimbau bagi para calon jemaah haji yang akan berangkat agar melakukan persiapan yang matang. Menurutnya, ada tiga hal yang harus dipersiapkan.

Pertama, menyesuaikan suhu dengan cara berjemur. Menurutnya, banyak berjemur menjadikan tubuh tidak kaget ketika terkena suhu di atas 40 derajat celcius.

Kedua, harus mengkonsumsi 8-10 gelas air setiap hari. Sebab, kekurangan cairan saat di tanah suci kerap tidak diketahui oleh jemaah karena tubuh tidak mengeluarkan keringat.

Ketiga, jemaah disarankan mencari tempat yang sejuk saat berjalan atau menunaikan ibadah. Upaya ini dinilai mampu menekan risiko heat stroke.

“Ketiganya harus dijalankan untuk menjamin kecukupan cairan dalam tubuh guna menghadapi heat stroke,” imbuh dia.

“Jemaah haji diimbau banyak minum supaya tidak dehidrasi, bila kena serangan panas (heat stroke) pake kompres dingin dan berada di ruangan yang ber-AC atau kipas. Untuk jemaah risiko tinggi diharapkan sering konsultasi dengan petugas kesehatan,” tambahnya. cakrawalamedia.co.id (Rizki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *