INSPIRASI

Herman Sulap Limbah Industri Jadi Seni Siluet Bernilai Tinggi

108
×

Herman Sulap Limbah Industri Jadi Seni Siluet Bernilai Tinggi

Sebarkan artikel ini
Herman Sulap Limbah Industri Jadi Seni Siluet Bernilai Tinggi

BANDUNG BARAT, (CAMEON) – Tak perlu waktu lama baginya menyulap barang tak berharga bahkan kerap disebut sampah, menjadi sesuatu yang bernilai komersil. Kemampuannya yang jarang ditemukan inilah menjadikan karyanya ini punya hawa artistik mempesona.

Hanya dengan waktu 2 Jam, Rohimat Hermawan alias Herman (62) warga Kampung Caringin RT 5/1 Desa Mekarjaya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat karya ini. Sebuah lukisan seni siluet yang masih jarang dipasaran.

Dialah Herman. Pria tua yang mampu membuat karya seni Siluet para tokoh berbahan baku limbah industri. Karya seni siluet ini memang banyak dicari oleh para pecinta seni.

Ayah satu putra dan satu putri  ini berinovasi. Ia menciptakan sebuah karya bernilai ekonomis dengan modal yang minimalis. Sekitar 90 persen karyanya berbahan baku limbah industri.‬

Di rumahnya, Herman tampak sibuk kesehariannya dengan membuat siluet para tokoh terkenal di tanah air. Karya seninya didukung oleh peralatan mesin potong dan kompresor yang dirakitnya sendiri.

Terlihat jelas, dia menggunakan barang-barang bekas yang sudah rusak. Lalu dia racik sedemikian rupa. Hasilnya, mesin pompa air, mesin kompresor kulkas hingga tabung gas yang rusak itu bisa menampung udara dari kompresor kulkas.‬

“Kecintaan saya terhadap seni sudah lama sekali. Siluet salah satu karya seni yang terus dikembangkan dengan membuat sejumlah para tokoh di negeri ini,” ungkap Herman, pekan kemarin.

Bahan baku yang digunakan, sambungnya, cukup beragam. Ia memakai kayu dari limbah industri obat dan palet (semacam kayu sisa dari pabrikan). Adapun mesinnya, dia merakit sendiri dari mesin pompa air dan kompresor kulkas bekas.

Ia bercerita. Idenya muncul saat ‪terdesak kebutuhan ekonomi untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Herman kelahiran Padalarang ini, terus berusaha keras demi menghidupi keluarganya.

Beberapa tahun silam, ia yang resign dari sebuah perusahaan di Ngamprah kebingungan. Ia harus memenuhi kebutuhan keluarganya.

Herman sebenarnya sudah berusaha mencari peluang pekerjaan lain. Namun, diusianya yang sudah tak muda lagi, tentunya menjadi kendala besar Herman untuk bersaing dengan para pencari kerja fresh graduate.

Namun, Herman tak putus asa. Kemajuan teknologi dimanfaatkannya untuk mencari inovasi dalam berusaha. Ia mencari berbagai peluang, ide, motivasi dan inspirasi.

Hingga suatu ketika, Herman yang berdarah seni menemukan seni siluet alias lukisan dua dimensi. Ia pun memutuskan untuk berbisnis melalui kerajinan seni siluet tokoh/orang.‬

“Ini keahlian yang saya miliki untuk dijadikan usaha dalam menjalani kehidupan saat ini. Sebelumnya saya bekerja di perusahaan,” ungkapnya.

Semenjak fokus pada usaha karya seni ini, lanjut dia, rezeki mulai datang begitu cepat. Tak tanggung-tanggung, hasil karyanya ini dipesan pecinta siluet dari berbagai kota di Jawa Barat.

Dengan penuh syukur, ia mengungkapkan para kliennya. Katanya, kebanyakan pemesanan dari wilayah Jakarta, Bekasi dan Tangerang.

Tak heran bila pendapatan yang diraihnya dapat memenuhi kehidupan sehari-hari. “Untuk masalah harga sendiri, produk tersebut dijual kisaran Rp150 ribu hingga Rp500 ribu,” ujarnya.

Herman mengaku mampu menyelesaikan satu produk dalam 2 jam. Dalam sehari dirinya bisa menyelesaikan lima hingga delapan pesanan berukuran lingkaran berdiameter 30 hingga 40 cm.

“Ukurannya bisa macam-macam, bisa persegi atau lingkaran, tapi kebanyakan yang lingkaran, karena bahannya yang saya beli sudah berbentuk lingkaran,” katanya.‬

‪Diakui Herman, selain permodalan yang menjadi kendala dalam bisnisnya adalah pemasaran. Saat ini, dirinya masih memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook sebagai media pemasaran.

Strategi pemasaran lainnya, dia memanfaatkan informasi dari mulut ke mulut. Seperti multi level marketing (MLM). Teknik tersebut memang cukup ampuh, terbukti saat ini produknya sudah lumayan dikenal banyak orang.‬

‪Tidak hanya siluet art, Herman juga mahir dalam membuat karya berbahan limbah, seperti kaligrafi, tatakan gelas, standing phone, nomor meja kafe, serta poster art vintage. Sasaran pasar yang dirinya bidik selain individu, dirinya juga membidik kafe, hotel, restoran juga toko dan salon.‬

“Saya membeli bahan baku berupa limbah industri dari produsen obat dan palet kayu,” ujarnya.

‪Herman menjelaskan, proses pembuatan karya seninya tersebut sangat mudah. Pertama Herman mendapat order dari pelanggannya berupa foto yang akan disiluet melalui aplikasi whats ap.

Setelah proses edit menggunakan coreldraw, Herman mengirim hasil editannya tersebut ke pelanggannya untuk mendapat persetujuan pelanggan. “Kalau sudah disetujui oleh pelanggan, kita langsung buat saja siluetnya sesuai dengan pemesanan. Sejauh ini banyak yang puas,” imbuhnya.

Setelah selesai berkarya, dia pun menyampaikan laporannya kepada pelanggan. Tak jarang, ia meminta konsumennya itu memberikan testimoni.

“Dari mulut lewat mulut dan promosi di internet, Alhamdulillah selalu ada saja pemesan,” bangganya. cakrawalamedia.co.id (ginan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *