NewsTasikmalaya

Harga Beras Naik, Satgas Pangan Tasikmalaya Gelar Inspeksi Mendadak

359
×

Harga Beras Naik, Satgas Pangan Tasikmalaya Gelar Inspeksi Mendadak

Sebarkan artikel ini

KAB. TASIK (CM) – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang terdiri dari unsur Kepolisian, Dinas Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, serta perwakilan Badan Urusan Logistik (Bulog), mengadakan inspeksi mendadak ke sejumlah tempat di Kabupaten Tasikmalaya pada Rabu, 21 Februari 2024, sebagai respons terhadap meningkatnya harga beras belakangan ini.

“Melihat adanya kenaikan harga beras belakangan ini, kami dari Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan inspeksi mendadak ke pasar tradisional, toko swalayan, dan gudang Bulog,” kata AKP Ridwan Budiarta, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, kepada para wartawan saat ditemui di lokasi.

Di Pasar Tradisional Singaparna, petugas menemukan bahwa mayoritas harga beras mengalami kenaikan. Harga beras medium dan premium mencapai kisaran Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per kilogram. Meskipun begitu, ketersediaan beras di pasar tradisional masih tergolong mencukupi.

“Memang terjadi kenaikan harga beras, namun tidak signifikan, kenaikannya berkisar antara 200 hingga 300 rupiah. Meskipun terjadi kenaikan harga, kami memastikan bahwa stok beras di pasaran tetap aman. Penting bagi kami untuk memastikan ketersediaan beras ini,” jelasnya.

Namun, situasi berbeda terjadi di beberapa toko swalayan, di mana beras tidak lagi tersedia karena minimnya pasokan.

“Di beberapa swalayan, ada yang tidak menjual beras, tetapi ada juga yang masih menyediakan beras,” tambah Ridwan.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menyatakan bahwa stok beras masih mencukupi, meskipun panen baru akan dimulai pada bulan Maret mendatang. Namun, menurut data pemerintah, ketersediaan beras justru mengalami surplus.

Dalam upaya menekan harga beras di pasaran, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana untuk mengadakan operasi pasar di beberapa kecamatan mulai Kamis, 22 Februari 2024.

“Harga memang mengalami kenaikan, tetapi kami memastikan bahwa ketersediaan beras tetap aman. Bahkan untuk bulan puasa pun, kami menjamin ketersediaan beras. Kami akan mengadakan operasi pasar murah di beberapa kecamatan mulai Kamis (22/2/24),” kata Nina Rohmawati, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan, UMKM dan Perindustrian Kabupaten Tasikmalaya.

Sementara itu, para pedagang mengakui bahwa kenaikan harga beras disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari para petani. Di sisi lain, para pedagang juga menyatakan bahwa beras dari Bulog tidak masuk ke pasar. Akibatnya, harga beras sulit diturunkan oleh para pedagang.

“Susah pak pasokan berasnya, lihat saja di lapak saya, hanya sebanyak ini. Para petani juga belum panen, kami juga tidak pernah menerima pasokan beras dari Bulog,” ungkap Kokom, seorang pedagang beras.

Masyarakat berharap agar harga beras dapat segera stabil, terutama mengingat bulan suci Ramadhan hanya tinggal beberapa pekan lagi.

Dengan adanya langkah-langkah responsif dari Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya, diharapkan dapat mengatasi dampak kenaikan harga beras dan menjaga ketersediaan bahan pokok yang penting bagi masyarakat.

Semoga operasi pasar murah yang direncanakan dapat membantu stabilisasi harga dan memberikan kepastian bagi konsumen, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *